Minggu , 20 Januari 2019

Mausul Harapkan Keadilan Hingga Ke Presiden RI, Terkait Haknya Disita Pihak Bank

Mausul (43 Th)

Perhentian Raja, DETAKKAMPAR.CO.ID – Mausul (43 Th), warga Desa Sialang Kubang Kec.Perhentian Raja Kab.Kampar Prov.Riau meminta keadilan kepada pihak-pihak terkait persoalan yang dialaminya. Sehingga permintaan ini dengan harapannya dapata didengarkan dan diperhatikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Pasalnya, Mausul (43) ini pernah mengajukan pinjaman di USP Bank Sahabat Kantor Cabang Lipatkain sebesar Rp.650 Juta pada tahun 2015.

Pinjaman tersebut dikabulkan pihak Bank yang berada di Kelurahan Lipat Kain Kecamatan Kampar kiri, dengan angsuran 17.400.000/bulan.

Setahun perjalanan angsuran, Mausul mengalami kemorosotan perekonomian, sehingga dirinya mengajukan restruktur pada tahun 2016. Demikian diceritakan Mausul kepada Tim Media Online detakkampar.co.id saat mengunjungi kediamannya di Sp 3 Pir Desa Sialang Kubang Kec.Perhentian Raja, (04/01/2019).

Pengajuan tersebut dikabulkan, dengan pembayaran bunga pinjaman selama 6 bulan saja. Tapi Mausul sanggup bayar bunga 1 persen selama 5 bulan saja, dengan perbulannya 6,5 juta perbulannya.

“Saya rasanya rugi karena pokoknya tidak berkurang,” cetus Mausul.

Lanjut, Mausul membuat pengaduan ke Majlis BPSK Kab.Batu Bara pada tahun 2016, dalam pengajuan keberatan tersebut dikabulkan oleh Pihak BPSK Kab.Batu Bara.


Adapun pengajuan tersebut, sesuai Undang undang dan peraturan Perlindungan Konsumen.

“atas dikabulkannya keberatan saya oleh BPSK, pihak Bank keberatan mereka lanjut membuat pengaduan ke Pengadilan Negeri Bangkinang.” Ungkap Mausul.

Masih Mausul menceritakan, bahwa pengaduan pihak Bank Sahabat ke PN Bangkinang tersebut, terjadilah persidangan.

Dari hasil persidangan tersebut, hasil aduan dirinya ke BPSK sebagian dikabulkan dan sebagiannya ditolak pihak PN Bangkinang.

“Saya lanjutkan memory Kasasi, keberatan saya di MA dan ditolak. Setelah itu saya terus menerus diintimidasi, karena aset pinjamannya akan disita dan mau dilelang oleh pihak Bank. Tentunya saya sekeluarga merasa tertekan dan ketakutan.” Ungkap Mausul.

Ditambahnya, “intimidasi tersebut karena saya sudah tidak ngansur lagi, sesuai keputusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (hutang piutang).”

Selanjutnya, Mausul (43 Th) mengajukan gugatan ke PN Bangkinang sekira tahun 2018. Terus sidang lanjut sampai April 2018.

“Saya dapat informasi, dalam persidangan saya. Aset saya sudah berpindah tangan ke pemenang lelang tanpa saya ketahui pelelangan itu terjadi maupun akan terjadi.” Pungkas Mausul.

Ditutup Mausul, “berkasnya semua ada dan saya sudah tak bisa ngapa ngapa lagi untuk mendapatkan hak saya. Saya rakyat miskin, hanya bisa pasrah dan berharap kepada Keadilan saja saat ini.” ucapnya berlinang air mata.

Berikut link video rintihan Mausul :

(M.Hasbi/Red)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Kwarcab Yuyun Hidayat : Pramuka XIII Koto Kampar Harus Miliki Saka Pariwisata

XIII KOTO KAMPAR,DETAKKAMPAR.CO.ID -Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Pramuka Kampar Yuyun Hidayat menekankan, Pengurus Kwartir Ranting ...