Senin , 16 September 2019

Mausul Seakan Tertindas, Diduga Asetnya Dilelang Tanpa Keputusan Pengadilan Yang Syah

Mausul (Lk, 44 Th)

Perhentian Raja, DETAKKAMPAR.CO.ID – Mausul (Lk,44 Th), Warga Desa Sialang Kubang Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar Provinsi Riau mengeluhkan terkait persoalan yang dialaminya ketika saat menjadi Nasabah di salah satu Bank yang ada di Pekanbaru Kota Provinsi Riau.

Pasalnya, diceritakan Mausul kepada wartawan (16/01/2019) di kediamannya yang berada di SP3 Pir Desa Sialang Kubang Kecamatan Perhentian Raja. Bahwa dirinya pada Agustus 2014 mengajukan pinjaman dana kepada Bank Sahabat UKM Cabang Lipat Kain (yang saat ini sudah tutup dana pindah ke pekanbaru).

Dana pinjaman yang diajukan Mausul (Lk,44 Th) sebesar Rp.650 juta dengan kontrak 60 Bulan (5 Tahun), cicilan setiap bulan sebesar Rp.17.400.000,- (tujuh belas juta empat ratus ribu rupiah). Selang setahun berjalan, pada Tahun 2015 terjadilah krisis yang berdampak kepada ekonomi penghasilan Mausul se-Keluarga.

“terjadi krisis yang sangat berdampak pada perekonomian saya, saya tidak sanggup membayar cicilan dari pinjaman saya. Ya saya mengajukan restruktur terhadap Bank Sahabat UKM.” ucapnya.

“disitu saya meminta untuk membayar bunganya aja sebesar 1 % dengan besaram uangnya Rp.6 juta 500 ribu selama 6 bulan. Namun, saya hanya sanggup bayar 5 bulan saja karena merasa keberatan juga.” kata Mausul.

Selanjutnya, Mausul (44 Th) kembali mengajukan restruktur kembali kepada pihak Bank Sahabat UKM guna memperkecil (meringankan) hutang.  Disitu dirinya membayarlah Rp.90 Juta guna memperkecil hutang dan diminta mengeluarkan satu SHM (sertifikat hak milik) atas nama Mausul yang menjadi Anggunam pinjaman. Akan tetapi ditolak pihak Bank.

“saya merasa keberatan degan adanya penolakan tersebut, dan saya laporkan ke BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Hutang Konsumen) Batu dengan permohonan penangguhan hutan saya di Bank Sahabat UKM. Itu dikabulkan, atas dasar putusan Arbitrase pertanggal 10 Agustus 2016.” sebut Mausul.

Lanjut dijelaskannya, atas putusan BPSK Batu Bara tersebut. Pihak Bank Sahabat UKM keberatan, dan mengajukan gugatan keberatannya ke Pengadilan Negeri Bangkinang. “Seingat saya itu pada Tanggal 17 Oktober 2016 saya dipanggil sidang ke Pengadilan Negeri Bangkinang dan saya hadir.” imbuh Mausul.

Tertanggal 6 Desember 2016, putusan menolak keberatan pemohon untuk selain dan selebihnya. Dan pada 8 Desember 2016, dirinya mengakukan Kasasi ke Mahkamah Agung. Akan tetapi keberatan Mausul, ditolak.

“Atas dasar penolakan keberatan saya oleh MA, pihak Bank terus menerus seakan meneror saya dan keluarga dengan kalimat bahwa akan melelang Aset yang saya anggunankan ke pihak Bank. Sehingga kenyamanan saya merasa sangat terganggu bersama keluarga, seakan menjadi tekanan.” ucap Mausul, Warga Desa Sialang Kubang yang kini tampak terlihat dirinya lemah tanpa ada yang memperjuangkan hak-haknya.

Dilanjut Mausul, “pada Tanggal 1 Februari 2018 saya menggugat Bank Sahabat UKM karena akan melelang aset saya saat sidang berikutnya. Disana saya memohon terhadap pihak Bank untuk saya cicil kembali hutang saya, namun ditolak dan saya dipaksa harus bayar lunas hutang saya di Bank Sahabat UKM.”

“tidak diam disitu saja, saya terus memohon kepada pihak Bank untuk saya mencicil hutang saya sebesar Rp 100 Juta. Alhasil, ditolak. Dan aset saya tetap akan dilelang melalui KPKNl, pada Tanggal 10 April 2018 aset saya berpindah tangan kepada pemenang lelang.” sebut pria ini dengan logat jawanya.

“yang memenangkan lelang dari aset saya tersebut, berinama Joko Setiawan yang merupakan salah satu anggota Polri yang bertugas saat itu di Polsek Kampar Kiri Hilir, Kampar. Dan pemenang lelang kedua, Subagio serta ketiga Aprianto.”

Mausul membeberkan, “Disitu, pemenang lelang ini terkesan mengancam saya dengan memasang Papan/Plang diaset saya dengan bertuliskan, bahwa barang siapa yang memanen kebun tersebut akan dikenai pasal KUHP 362 (tentang Pencurian) dan akan dipenjara.”

Dengan telah dilelang ini, Mausul menjelaskan bahwa pelelangan aset-aset dari agunan pinjaman di Bank Sahabat UKM yang dimiliki dirinya tersebut, itu sama sekali belum ada putusan dari Pengadilan Negeri Bangkinang Kab.Kampar yang Syah.

“10 April 2018, saya merasa teraniaya hingga saat ini dan saya telah mengalami kerugian sangat disebabkam aset saya dikuasai pemenang lelang yang sama sekali belum ada putusan dari pengadilan. Hak saya diambil oleh pemenang lelang, saya seakan diinjak-injak harga diri saya.” Ujar Mausul.

Ditutup Mausul menyampaikan, “dimana keadilan bagi kami orang orang kecil ini, bantuan pengacara saya kalah semua. Kemana lagi saya harus mengadu,.. Berharap saya kepada Presiden Republik Indonesia agar memperhatikan langsung nasib kami orang kecil ini, terkhusus persoalan yamg saya alami hingga saat ini belum mendapatkan keadilan.” pungkasnya.

 

 

 

Liputan : Hasbi Riau

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Bupati Alfedri, Ajak Masyarakat Minas Waspadai Peredaran Narkoba

MINAS, DETAKKAMPAR.CO.ID -Kerisauan Bupati Siak Alfedri terhadap masalah narkoba di wilayahnya. Hal itu terungkap saat ...