Jumat , Oktober 22 2021

Menikmati Gulai Siput Kuantan

Detak kampar.com Jelang makan siang, yuk kita intip kuliner
khas dari Taluk Kuantan yang sayang untuk dilewatkan. Ya, gulai siput atau dalam
bahasa Melayu dialek Kuantan di sebut gulai cipuik. Makanan ini sudah sangat jarang dijumpai dirumah makan,
biasanya baru bisa dijumpai di rumah- rumah warga. 

Siput sawah merupakan bahan baku utama gulai
siput. Ukurannya kira-kira seukuran biji kelereng hingga lebih besar sedikit
dari kelereng. Di Kabupaten Kuantan Singingi siput biasanya ditangkap di sawah
pada musim kering atau saat curah hujan tidak terlalu tinggi. Pada puncak musim
hujan saat sawah tergenang banyak air agak sulit untuk menangkap siput.
Siput segar (umumnya dalam keadaan masih
hidup) bisa ditemukan di pasar tradisional di Kabupaten Kuantan Singingi,
dijajakan oleh ibu-ibu di emperan pasar. Takaran yang digunakan biasanya cupak atau tekong (seukuran kaleng kemasan susu kental manis). 
Siput dimasak dengan kuah berbumbu pedas
‘sedang’ dan santan yang tidak terlalu kental. Biasanya siput dimasak bersama
salah satu sayur pelengkap (dalam bahasa lokal disebut rampai) seperti kacang panjang, pucuk
daun keladi, terung asam, atau pakis (paku). Rasanya? kenyal dan seru. 
Seru, karena untuk memakannya perlu usaha
ekstra. Daging siput disedot (di-slurup)
hingga terlepas dari cangkang. Bila makan bersama, suara sedotan membuat
suasana makan menjadi ramai oleh suara sedotan yang bersahutan. Agar mudah
disedot bagian belakang cangkang dilubangi terlebih dahulu sebelum dimasak.

Kirim komentar Anda disini

Komentar