Rabu , 5 Agustus 2020

Merasa Dirugikan Dengan Hasil Penilaian Kinerja,Karyawan Gugat Manajemen Bank Danamon

Agusmar karyawan bank danamonDetakkampar.co.id BANGKINANG KOTA – Merasa tidak puas atas performance apraisal atau PA atau penilaian kinerja, karyawan PT Bank Danamon Agusmar memperkarakan manajemen tempatnya bekerja. Ia minta keadilan atas nasib yang menimpanya.

Kepada wartawan Agusmar yang juga Credit Officer di PT Bank Danamon Indonesia Tbk Cabang Unit Bangkinang Kampar mengungkapkan, protes kepada manajemen perusahaan dilakukan karena penilaian kinerja terhadap dirinya yang dikeluarkan perusahaan telah merugikannya secara materi dan psikologis.

Pria yang juga menjabat Koordinator Serikat Pekerja Danamon Area Riau itu mengungkapkan, seharusnya ia mendapat PA dari manajemen 3,48.Namun akhirnya di Curriculum Vitae (CV) mendapatkan PA 2 dari manajemen PT Bank Danamon Indonesia Tbk tersebut. “Saya pertanyakan apa dasarnya PA saya kok bisa 2,” ujar Agusmar dan juga mantan Aktivis Kampar

Dikatakan, jika PA mencapai 3,48, maka ia berhak mendapatkan hak berupa bonus tahunan 2015 dan kenaikan gaji dan promosi serta kenaikan grade.

“Dengan diberikannya PA 2 sehingga tak menerima tiga hak tersebut, maka saya merasa dirugikan. PA 2 akan mendapatkan surat pembinaan sesuai dengan SK direksi. Sampai sekarang untuk surat pembinaannya atas PA 2 tersebut belum ditandatangan oleh Agusmar karena dasar Managemen memberikan PA 2 itu tidak ada,” ulas pria asal Dusun I, Kampung Bukit, Desa Bukit Ranah, Kecamatan Kampar itu. “Karena masalah ini saya jelas mengalami kerugian baik dari sisi psikologis dan material,” imbuhnya.

Agusmar menambahkan, sampai saat ini hak yang mesti diterimanya tersebut tidak dibayarkan.
“Saya coba melakukan upaya persuasif, menelpon Pimpinan Unit Kerja (PUK) 1 dan PUK dan HRD. Namun tak membuahkan hasil. Kemudian mencoba menyurati, surat pertama, dua, tiga dan ke empat ke manajemen PT Bank Danamon Indonesia Tbk namun sampai hari ini belum ada kejelasannya ,” ucapnya. Mantan aktivis kampar ini

Sehingga Agusmar melaporkan hal ini ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar tanggal 25 April 2016. Disnaker lalu memanggil Agusmar dan manajemen yang diwakili 4 orang yakni Catur Riahasni (Human Resource Development/HRD), Mohammad Dedi Asofa (HRD), Bambang Kusnadi (PUK II) dan Sopian Hadi (PUK I).

Pihak manajemen meminta ke Mediator Disnaker agar persoalan ini kami selesaikan secara bipartit atau pertemuan antara pengusaha dan pekerja. Lalu Managemen mengundang agusmar melalui email tanggal 11 Mei 2016 di Kantor Bank Danamon di Jalan Wahid Hasyim Pekanbaru. Pertemuan yang 2 jam tak membuahkan hasil juga. Maka dikeluarkan surat pengaduan kedua oleh Agusmar yang ditujukan ke Disnaker Kab Kampar tanggal 17 Mei 2016.

“Dari persoalan selama dua bulan ini belum ada nota anjuran dan kesepakatan oleh kedua belah pihak Harapan saya agar kembalikan ke fakta yang sebenarnya,” beber Agusmar.

Ia berharap manajemen harus jujur dan kembalikan kepada fakta sebenarnya karena kejujuran adalah salah satu nilai – nilai Danamon.

“Kemudian pada tanggal 30 Mei 2016 kemaren kami diundang oleh Disnaker, yang diundang kedua belah pihak. Agus datang. Manajemen tak datang”Karena belum adanya respon yang serius dari manajemen Agusmar berencana akan melaporkan hal ini ke Polres Kampar. “Kalau memang ada unsur – unsur pidananya pungkasnya.

Terkait masalah ini, pihak manajemen PT Bank Danamon Tbk Catur Riahasni yang menjabat HRD yang dihubungi melalui telepon seluler Kamis (26/5/2016) lalu tak mengangkat panggilan telepon. Begitu juga sms yang dikirimkan tak dibalas Catur Riahasni.(Edi,)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Garap Danau PLTA, Warga Polisikan Pemilik Galian C

  XIII KOTO KAMPAR, DETAKKAMPAR.CO.ID -Aktifitas pertambangan galian C (sirtu/pasir batu) di wilayah Desa Koto ...