Sabtu , Desember 4 2021

Meski Bangunan Disekeliling Porak – Poranda Dihantam Puting Beliung, Masjid Jami’ Air Tiris Tetap Berdiri Kokoh

Detak kampar.com KAMPAR
UTARA  – Setelah melakukan pendataan
ulang terhadap jumlah rumah dan bangunan yang rusak, ternyata jumlahnya
semakin  banyak, dari data terakhir untuk dua kecamatan yang dilanda
puting beliung pada senin petang (14/9) jumlah rumah dan bangunan yang rusak
sebanyak 227 rumah, dengan kerusakan berat melebihi 50 persen.

Bukan
hanya itu tanaman masyarakat seperti durian, manggis dan karet banyak yang
rubuh, bahkan tercabut dari tanah hingga akarya akibat angin tersebut.

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kampar Ir irtarius
kepada  media di desa sawah kecamatan
Kampar Utara (15/9) menjelaskan, untuk kecamatan Kampar jumlah bangunan yang
rusak 120 rumah yang terdiri dari rumah warga dan warung, di kecamatan ini desa
yang terimbas adalah desa tanjung berulak dan desa limau manis, dengan kondisi
terparah di desa tanjung berulak “namun mesjid jamik malah tidak apa apa.
Padahal rumah warga disekitar mesjid tersebut habis rubuh dan porak poranda
” ujarnya.

Sementara
itu dikecamatan Kampar Utara rumah dan bangunan desa rusak sebanyak 125 rumah
dan warung, termasuk satu mesjid, satu sekolah dan satu jembatan.  yang
terimbas bencana adalah desa Sawah , desa sei jalau, desa sendayan dan desa
naga beralih.

“Saat
ini kita masih melakukakn pendataam pasti, bukan hanya untuk bangunan, juga
tanaman dan ternak.

Selasa
(15/9) kemarin, juga tampak bupati Kampar H jefry noer, dari pantauan
detakkampar.com. Jefry noer sedang memasak makanan di posko. Jefry sendiri
sudah hadir sejak senin malam, dan pagi harinya kembali datang untuk membantu
warga secara langsung

“Kita
ingin meringankan beban masyarakat dengan memasakkan mereka sarapan dan makan
siang hingga mereka merasa ada kebersamaan ” ujarnya
Jefry menyatakan ini adalah musibah yang harus diambil iktibar atau pelajaran,
“kita ambil hikmahnya saja.ini akan membuat kita merasakan kebesaran Tuhan
” ujarnya
Sedangkan
untuk penanganan bencana,setelah mendata kerusakan maka pemerintah akan
menggantikan sesuai dengan aturan, namun jefry juga berharap agar mereka yang
mampu dan kerusakan sedikit maka sebaiknya ditangani sendiri.
“Namun bagi yang parah akan diganti pemerintah “ujarnya

Selain
itu jefry menyatakan dirinya sudah mengintruksikan kepada dinas terkait untuk
membersihkan kerusakan tanaman masyarakat, aparatur kecamatan juga diminta
memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk berhati hati terhadap listrik.

“Sedangkan
untuk kesehatan saya sudah perintahkan untuk memeriksa dan memberikan pelayanan
kesehatan bagi mereka yang luka ” ujarnya.
Selasa kemarin, terlihar dinas perhubungan, dinas kebersihan dan tata
kota,dinas kesehatan serta dinas lainnya sibuk membantu masyarakat. Beberapa
alat berat tampak didatangkan untuk membersihkan pepohonan yang tumbang.***dir

Kirim komentar Anda disini

Komentar