Sabtu , 8 Agustus 2020

Minim Sanksi Tegas, Pengamat Tuding Lio‎n Air Group Dibekingi Wantimpres

Sejumlah calon penumpang melintas tak jauh dari pesawat yang ada di apron Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis (19/2)detakkampar JAKARTA – Meski sudah sering melakukan kesalahan, namun hingga saat ini belum ada sanksi tegas yang diberikan kepada maskapai penerabangan tersebut. Pengamat Penerbangan John Barata menilai minimnya sanksi terhadap Lio‎n Air Group lantaran bos Lion Air Rusdi Kirana saat ini tengah menjabat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Lion Air kan punyanya Rusdi Kirana, tapi dia Wantimpres kan, makanya diserahkan sama Edward Sirait. Nah, sudah jelas Lion Air dibekingi Wan‎timpres,” ujar John Barata seperti dikutip dari salah satu laman berita nasional, Rabu (3/8/2016) malam.

John juga menceritakan, banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh pihak Lion Air karena kesalahan prosedural. Dalam hal ini, John menilai ketika Rusdi Kirana yang akan membeli sekitar 230 pesawat jenis Boeing pada awal tahun 2015.

“Nah saya mau cerita nih, ini fakta nih, dulu kan pernah ada mau beli 230 Boeing. Nah masuk akal enggak? 230 mau beli akan dikemanakan? Nah pilotnya banyak kan, mau nyari dimana?” kata John.

Sementara itu, pada saat ini pihak Lion Air justru menyalahkan pilotnya dalam delay penerbangan pada Selasa, 10 Mei 2016, lalu. Padahal, ‎Menurut John, pilot maskapai Lion Air justru mengalami banyak tekanan dalam bekerja.

“Itu yang paling enak, dia selalu menyalahkan pilotnya, padahal pilotnya selalu ditekan, padahal jadi pilot itu enggak gampang, jangan selalu salahin pilotnya dong,” jelasnya.

“Ini kan salah operasional. Nafsu besar tenaga kurang. Lion harus mengurangi jumlah flightnya sesuaikan dengan keberadaan jumlah pesawat dan jumlah cockpit crew,” tukasnya. ***

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Kaban Diklat Kejaksaan RI Terima Kunjungan PUSHAM-UII Jokjakarta

JAKARTA, DETAKKAMPAR.co.id– – Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan ( Kaban Diklat ) Kejaksaan RI,Setia Untung ...