Sabtu , November 27 2021

Muhammad Amin: Kalau ke XIII Koto Kampar-Koto Kampar Hulu Saya Merasa Pulang Kampung

unnamed-2

BATUBERSURAT (DK)  – Bakal Calon Bupati Kampar Muhammad Amin mengakui jika masuk wilayah XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu dia merasa pulang kampung. Hal ini tak terlepas dari ikatan batinnya bersama masyarakat kedua kecamatan karena Amin lama menghabiskan masa kecil menuntut ilmu di Pondok Pesantren Darussalam yang saat itu masih berada di Kelurahan Batu Bersurat, Kecamatan XIII Koto Kampar.

Hal itu disampaikan Amin ketika berbincang dengan tim sukses kecamatan dan desa se-Kecamatan XIII Koto Kampar di rumah kediaman Koordinator Kecamatan M Hatta di Kelurahan Batubersurat, Minggu (16/10/2016).

“Ambo kalau ke batubersurat ko, kalau ke Tigo Bole Koto Kampar jo Koto Kampar Hulu aso pulang kampuong. Di siko banyak kawan-kawan ambo, sanak-sanak ambo, guru ambo dan keluarga-keluarga ambo,” ujar Amin.

Amin menyampaikan, tujuh tahun menuntut ilmu di Pondok Pesantren Darussalam sejak diantar orang tuanya dari Danau Bingkuang tahun 1985 sampai tahun 1992 bukanlah waktu yang singkat. Selama itu dia bergaul dengan ustad, dengan kakak dan adek kelas di pondok dari berbagai daerah dan masyarakat XIII Koto Kampar pada umumnya. Amin mengakui semasa di pesantren dia anak yang aktif, anak yang suka berteman dengan siapapun termasuk masyarakat, maka ia tak asing lagi dengan masyarakat XIII Koto Kampar.

Kepada masyarakat XIII Koto Kampar Hulu dan XIII Koto Kampar
Amin berpesan jangan ada batas antara dirinya dengan masyarakat. Jika dia ditakdirkan menjadi bupati dia berharap masyarakat tetap mengenalnya sebagai Amin yang dulu, Amin yang ceria dan bersahabat.

“Amin yang dulu apak kenal masih samo dengan Amin kini. Tuan-tuan nak imbau namo ambo Amin bulio, nak imbau konco, imbau ombak bulio ndak harus imbau apak kalau ambo duduok. Jan terlalu diistemewakan kalau jadi pejabat. Pejabat itu adalah pelayan masyarakat,” beber pria yang juga Ketua Ikatan Alumni Keluarga Besar Pondok Pesantren Darussalam (IKAPD) tersebut.

Amin berharap jangan berjarak antara pemimpin dengan masyarakat karena ketika berjarak kepemimpinan itu akan lemah.

“Macam apa Amin yang bapak kenal tahun 85-92 itu masih macam itu sekarang,” bebernya. Amin juga menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa ia ingin dekat dengan masyarakat. Jika terpilih nanti dia tak ingin ada jarak dengan masyarakat. “Bapak-bapak bisa nelpon 24 jam, jumpa 24 jam, itulah yang kita terapkan sampai duduk besok,” tegasnya.

Menurut Amin, Ini adalah saat berjuang bagi masyarakat di wilayah ini menentukan jatidiri. “Kalau kita kuat dan bersatu saya yakin tak ada yang tak bisa. Kalau tuhan berkehendak tak ada yang bisa menghalangi,” tegas Amin.

Di sela-sela pertemuan dengan timnya, Amin kedatangan salah seorang rekan akrabnya semasa sekolah di Darussalam Aris. Konconya yang masih menggunakan pakaian sehabis bekerja menakik karet (motong gotah) itu diaja Amin duduk bersebalahan dengannya. Tawa canda riang tampak diantara mereka karena Amin menceritakan nostalgia semasa sekolah dulu.

Usai menggelar pertemuan dengan koordinator desa dan Kecamatan XIII Koto Kampar Amin melanjutkan menghadiri pesta pernikahan anak Ustad Ibrahim, salah satu gurunya di Pondok Pesantren Darussalam.

Di sini Amin menghabiskan waktu hingga 3 jam karena masyarakat maupun Ustad menyambut kedatangan Amin dengan antusias. Amin terlihat sangat akrab dengan masyarakat yang hadir di pesta pernikahan gurunya itu.

Masyarakat terlihat melepas kerinduan dengan sosok anak yang selalu membuat suasana hangat dan akrab. Sebelum meninggalkan lokasi menuju pertemuan selanjutnya di Salo Timur, Amin melayani banyak permintaan foto bersama maupun selfie.(rls)

 

Kirim komentar Anda disini

Komentar