Jumat , Oktober 22 2021

Muna Adan Lawan Isu Islam Radikal Lewat Satu Pelukan

muna-adan-lawan-isu-islam-radikalLONDON – Sedih dan kecewa, itulah yang dirasakan oleh Muna Adan, pelajar muslim inggris yang saat ini berusia 18 tahun, atas stigma radikal dan terorisme yang kerap dilekatkan kepada umat Islam.

Seperti dikutip dari Republika, Jum’at (29/1/2016), pelajar A-Level tersebut menggelar aksi memberikan pelukan di Trafalgar Square, London, dengan mata tertutup, Sabtu (23/1/2016) lalu.

Aksi ini pun mendapat respon luar biasa, bahkan viral di media sosial. Meski aksinya ini juga mendapat tanggapan negatif dari sejumlah rekannya sesama muslim. Mereka menilai tidak seharusnya ia memeluk laki- laki asing.

Namun Adan memahami kritik tersebut, ia mengatakan lewat aksi itu ingin menunjukkan Islam tidak kejam.

“ Saya ingin agama saya yang dianggap buruk ini dipandang lebih baik melalui apa yang saya lakukan.” Ungkapnya.

Lewat aksi pelukan dengan mata tertutup ini ia ngin menyampaikan, bahwa Adan tidak akan menilai, menghakimi, dan memandang siapapun yang memeluknya. Ia tidak akan menilai mereka dari ras maupun agama masing-masing.

Ia menyebut aksinya dengan tajuk ‘Saya Seorang Muslim, dan Bukan Teroris. Jika Anda percaya saya, Berikan Saya Pelukan’.

“Saya hanya mengharapkan beberapa pelukan, tetapi tidak memikirkan efeknya begini besar. Ketika saya memulai, saya langsung mendapat sebuah pelukan, dan itu terus terjadi,” ceritanya.***

Kirim komentar Anda disini

Komentar