Senin , Oktober 18 2021

musibah kebakaran hutan dan lahan di Riau mendapat sorotan Menko Polhukam.

Detak Kampar-JAKARTA- Menteri Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra)
Agung Laksono menilai upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan belum maksimal
sehingga pembakaran terus saja terjadi di Riau. Untuk itu mengantisipasi hal
tersebut, harus disertai langkah represif melalui penegakan hukum, sebab 95 persen
kebakaran hutan terjadi akibat ulah manusia.

“Diperlukan penegakan hukum yang tegas. Jangan hanya ditangkap, tapi harus diadili
dan dihukum bagi yang berbuat, kebakaran ini karena ulah manusia dan korbannya
adalah rakyat sendiri. Jadi ini perlu ditegakkan bagi mereka yang berbuat salah dan
ternyata ada indikasi melakukan pelanggaran,” tegas Agung di Jakarta, Rabu
(26/2/14).

Akibat kebakaran hutan dan lahan yang
dilakukan warga dan pihak perusahan sehingga menimbulkan kabut asap yang menimbukan
penyakit ISPA. Untuk itulah lanjutnya, kebakaran hutan di Riau akan ditanggulangi
dengan cara peledakan bom air menggunakan pesawat udara.

“Water bombing ini sedang disewa alatnya sebab menurut ramalan cuaca, bulan Maret
ini agak turun hujan, tapi April agak mengering kembali. Nah ini yang bahaya,”
terangnya.

Dalam melakukan water bom ini, kata Agung tentu memerlukan helikopter besar yang
mampu mengangkut sekitar lima hingga tujuh ton air. Untuk itulah katanya, pemerintah
akan menyewa helikopter jika tidak ada yang sesuai dengan kebutuhan.

Lebih jauh Agung mengatakan, selain melakukan water bombing, pemerintah juga akan
menerapkan teknologi rekayasa cuaca dengan menabur garam di udara. “Upaya penambahan
personel untuk melakukan pemadaman dari jalur darat juga tengah kita pikirkan,”
sebutnya.***(joey)

Kirim komentar Anda disini

Komentar