Rabu , 5 Agustus 2020

Pajak Karet Oleh Pemerintah Dinilai Gapkindo Membebani Petani

Detak kampar.com PEKANBARU – (22/10) Surat Edaran Dirjen Pajak
No SE-24/PJ/2014, yang salah satu intinya meminta kepada kantor wilayah dan
kantor pelayanan pajak untuk mensosialisasikan putusan MA serta implikasi
perpajakannya kepada wajib pajak. Dimana setiap transaksi tandan buah sawit dan
karet dikenakan PPN sebesar 10 persen, dinilai Gapkindo semakin membebani
petani karet.

“ Dengan adanya PPN tersebut, harga karet
yang seharusnya Rp 5.000 per kilogramnya, menjadi Rp 4.500 per kilogramnya yang
sampai ke petani. Harga karet sudah rendah kok masih dikenakan pajak juga,”
ungkapnya.
Ditambahkannya, saat ini harga komoditas
karet terus merosot hingga mencapai 100 persen, bila dibandingkan dengan priode
yang sama pada tahun 2013. “ Harga jual karet di pasar dunia sekarang 1,5
dollar per kilogramnya. Dibanding priode yang sama tahun lalu, terjadi
penurunan 100 persen, karena saat itu masih 3 dollar per kilogramnya,”
ungkapnya. (dr)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Mart Tamer Mandiri, Kebanggaan Warga Tanah Merah

SIAK HULU – – Sebagai desa yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi ...