Senin , 16 September 2019

Pedagang Pasar Mulai Khawatirkan Dampak Isu Kenaikan BBM

Detak kampar.com BANGKINANG – Isu kenaikan Bahan Bakar Minyak
(BBM) ternyata mulai dikhawatirkan oleh pedagang pasar inpres Bangkinang. Hal
ini dikarenakan biasanya kenaikan BBM akan langsung disusul dengan kenaikan
harga barang- barang kebutuhan pokok lainnya. Sehingga para pedagang khawatir
hal ini akan berdampak pada turunnya daya beli masyarakat.
” Saat ini saja dimana harga karet/
getah yang merupakan penghasilan utama masyarakat turun, dampaknya langsung
terasa terhadap penjualan kami pak, apalagi kalau BBM naik mungkin ini akan
semakin menurunkan penjualan kami, karena daya beli masyarakat kurang akibat
barang- barang yang naik karena kenaikan BBM itu,” ujar buk Farida kepada
wartawan kami saat meliput di pasar inpres Bangkinang pagi tadi.
Sementara dari pantauan kamindilapangan
terkait harga sembako, hingga saat ini relatif masih stabil. Harga cabe merah
payakumbuh Rp. 30.000 – 35.000/Kg, gula pasir Rp.10.000 – 10.500/kg, telur ayam
Rp.34.000 – 35.000/papan (30 buah), bawang merah asal jawa Rp.10.000 –
20.000/kg bawang putih Rp.15.000 – 18.000/ kg, minyak goreng curah
Rp.12.000/kg, minyak kemasan (bimoli) Rp. 26.000 – 28.000/2 liter.
 ”
Belum ada kenaikan harga pak, tapi kami berharap rencana pemerintah menaikkan
BBM itu dapat ditinjau ulang, karena kalau BBM naik yang susah ya kita- kita
ini rakyat kecil,” ungkapnya. (dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Kasus Jembatan WFC, Sejumlah Pejabat dan ASN Kampar Kembali Diperiksa KPK

BANGKINANG, DETAKKAMPAR.CO.ID – Dihari kedua di Kabupaten, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia kembali melakukan ...