Sabtu , November 27 2021

Pemda Kab. Kampar Gelar Acara Pembinaan Manajeman Pengelolaan Masjid Raya

Detak kampar.com KAMPAR –
Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Kampar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat
(Kesra), menggelar acara Pembinaan manajemen pengelolaan Masjid Raya Kabupaten
dan Kecamatan. Acara tersebut di buka langsung oleh Bupati Kampar, yang
diwakili oleh Kepala Subbag Sosial dan Keagamaan Muhammad Syarief MSi hari
senin (07/12) di Wisma Samudra Bangkinang Kota.

Dalam
arahanya Syarief mengatakan permintaan maaf kepada seluruh undangan dan
peserta, karena seyogianya acara ini dibuka langsung oleh Bapak Bupati H Jefry
Noer. Namun karena Bapak Bupati berhalangan (ada acara lain yang tidak bisa
ditinggalkan), beliau mempercayakan kepada saya untuk membuka acara ini.
Lebih lanjut
Syarief mengatakan, Kab. Kampar merupakan Daerah yang masyarakatnya adalah
masyarakat yang religius. Dimana pada pilar pertama pembangunan Kab. Kampar
adalah peningkatan akhlak dan moral. Salah satu indikatornya adalah
meningkatnya pembangunan dan pembinaan di sektor keagamaan, seperti pembangunan
Masjid Raya Kecamatan, dan Musholla serta Surau Suluk, maupun pembinaan Masjid
Raya Secara khusus serta sarana pendidikan Agama seperti Pondok Pesantren,
Madrasah lain sebagainya, jelasnya.
Dari data
yang kita miliki saat ini, jumlah Masjid yang terdata di Kab. Kampar sebanyak
692 buah dan Musholla mencapai 1122 buah, serta surau suluk sebanyak 98 buah.
Kesemuanya ini memerlukan pembinaan dan penataan kepada masyarakat dengan pesan
keagamaan melalui syi’ar-syi’ar agama, dengan jumlah khatib/da’I, mubaligh/ah
lebih kurang 1809 orang, ucap Syarief.
Oleh karena
itu, pembinaan dan pemberdayaan pengurus atau pengelolaan Masjid Raya Kabupaten
dan Kecamatan melalui acara pelatihan ini dipandang sangat tepat, karena akan
lebih bisa memberikan contoh dan acuan kepada pengurus atau pengelola Masjid
yang berada ditingkat Desa se Kab. Kampar. Untuk itu kepada para peserta agar
kiranya bisa mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, seraya memperhatikan
5 hal, yakni : pertama, selalu menjaga performance seorang pengurus/pengelola
 Masjid Raya  ditengan jema’ah atau masyarakat, jelas Syarief.
Kedua, mampu
membaca situasi/ keadaan yang menjadi topik hangat dalam masyarakat. Ketiga,
mampu mengarahkan masyarakat kedalam pemikiran Islami, jika masyarakat
terlanjur terjebak pada kondisi/ keadaan yang tidak Islami. Keempat sampaikan
pesan positif yang membangkitkan kesadaran dan meningkatkan keimanan
masyarakat. Dan yang kelima, agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, dan
tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan,
pungkas Syarief.
Sementara
itu, Ketua Panitia Al-Kautsar yang diwakili oleh Bakhriyus SPd dalam laporannya
mengatakan, bahwasanya acara ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan
Bupati Kampar Nomor : 456/KS/447 tanggal 18 Agustus 2015, tentang penunjukkan
Panitia Penyelenggara dan Penetapan Honorarium kegiatan Manajemen Pengelolaan
Masjid Raya Raya Kabupaten dan Kecamatan tahun 2015.
Kegiatan ini
dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pengurus Masjid
Raya dalam menjalankan tugasnya sebagai pengelola Masjid, mengembangkan wawasan
dan kapabilitas para pengurus Masjid Raya sehingga mampu memberikan ilmu yang
dimiliki kepada ummat sesuai dengan syari’at Islam, serta memberikan pemahaman
kepada ummat untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam mengembangkan serta
mengamalkan ajaran Islam, terang Bakhrius.
Adapun
peserta pada kegiatan ini sebanyak 44 orang, berasal dari utusan pengurus
Masjid Raya Kecamatan yang ada diwilayah Kab. Kampar, masing-masing Kecamatan
mengirimkan utusan sebanyak 2 orang dan ditambah peserta dari Markaz Islami
Kab. Kampar sebanyak 2 orang.  Yang mana acara ini dilaksanakan selama 4
hari, mulai tanggal 6 sampai dengan 9 desember 2015 bertempat di Wisma Samudra
Bangkinang Kota, tutup Bakhrius. (Dkc-dir/Ags)

Kirim komentar Anda disini

Komentar