Minggu , Desember 5 2021

Pencabutan Subsidi Listrik Mulai 1 Januari, YLKI Minta Dilakukan Secara Bertahap

Fhoto : Ilustrasi/internet

Detak kampar.com JAKARTA
– Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta kebijakan pencabutan
subsidi pelanggan rumah tangga berdaya 450 dan 900 VA oleh pemerintah dilakukan
secara bertahap pada 2016.

Hal
itu dilakukan agar tidak memberatkan konsumen yang merupakan masyarakat kecil. Hal
itu sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo di
Jakarta, Selasa (27/10).
“Bisa
dibagi dalam 3-4 kali pada 2016 seperti kenaikan tarif sebelumnya pada golongan
pelanggan lainnya,” ungkapnya.
Sebelumnya,
pemerintah lewat Kementerian ESDM menyatakan akan mencabut subsidi listrik bagi
pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA dan 900 VA mulai 1 januari 2016.
Hal
itu dilakukan, karena pemerintah menilai banyak rumah tangga yang tidak layak
lagi mendapat subsidi.

Namun untuk Untuk rumah tangga harapan, di bawah garis kemiskinan, sampai yang
mampu tapi rentan miskin tetap diberikan subsidi,” terang Kepala Sub Direktorat
Harga dan Subsidi Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian
ESDM Jisman P Hutajulu di Jakarta, Rabu (28/10).
Berdasarkan
data PLN, saat ini jumlah pelanggan R-1 yang memakai daya listrik 450 VA
berjumlah 22,8 juta dan 900 VA sebesar 22,3 juta atau totalnya 45,1 juta rumah
tangga.
Sementara,
sesuai data TNP2K, terdapat hanya 24,7 juta rumah tangga miskin dan rentan
miskin.
Artinya,
ada selisih 20,4 juta pelanggan rumah tangga 450 dan 900 VA, yang seharusnya
tidak mendapat tarif listrik subsidi atau dikenakan harga nonsubsidi.***

Kirim komentar Anda disini

Komentar