Rabu , 22 Januari 2020

PENDIDIKAN DAN PENINGKATAN KUALITAS SDM RIAU

Ket: Gubri membuka Ekspos/Gebyar SMK Negeri 2 Pekanbaru Menuju SMK Rujukan Selasa (13/12/2016)
Ket: Gubri membuka Ekspos/Gebyar SMK Negeri 2 Pekanbaru Menuju SMK Rujukan Selasa (13/12/2016)

PEKANBARU-Pendidikan yang bermutu merupakan salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan pembangunan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen dalam meningkatkan kualitas dan pelayanan pendidikan. Pendidikan bermutu adalah pendidikan yang mampu melakukan proses pematangan kualitas peserta didik, Pendidikan yang bermutu juga dari guru yang bermutu.

Guru yang bermutu paling tidak harus menguasai materi ajar, metodologi, sistem evaluasi, dan psikologi belajar. Guru yang baik bukan sekadar guru yang pintar, tapi guru yang memintarkan peserta didik. Guru yang baik bukan sekadar guru yang berkarakter, tapi guru yang mampu membentuk karakter yang baik bagi peserta didiknya.

Komitmen untuk meningkatkan SDM yang berkualitas terus dilakukan Pemprov Riau. Mulai dari peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas guru dan pemberian beasiswa kepada siswa/mahasiswa berprestasi, dan ahkan beasiswa kepada guru dan dosen hingga peningkatan fasilitas dan sarana prasarana pendidikan.

Komitmen itu ditegaskan Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman saat memimpin upacara peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional belum lama ini di Halman kantor Gubernur Riau. Menurutnya, berbagai program rencana pembangunan bagi Pemerintah Provinsi Riau ke depan dengan lebih mengutamakan pembangunan di bidang pendidikan, selain infrastruktur dan kesehatan.  “Apa yang kita lakukan sekarang ini, pendidikan adalah yang paling utama. Bagus jalan, karena pendidikan orangnya. Bagus pelayanan kesehatan, karena pendidikan,” ujar Gubri.

Untuk mewujudkan pendidikan bermutu, Pemerintah Propinsi Riau melakukan beberapa upaya yang salah satunya adalah dengan pembangunan bidang pendidikan yang berkualitas, didukung pengembangan kurikulum, sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan bahan belajar serta pelatihan tenaga pendidik.

Dengan meningkatkan SDM berkualitas diharapkan nantinya Riau mampu mewujudkan pendidikan bermutu yang mempunyai daya saing, langkah-langkah untuk hal tersebut dilakukan dengan pengembangan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengdaan bahan belajar serta pelatihan bagi guru di berbagai jenjang pendidikan.

Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan, hasilnya tidak akan baik. Selain itu, ia juga Gubri meminta seluruh guru di Provinsi Riau agar meningkatkan mutu pendidikan. Sehingga diharapkan, dapat bersaing dengan provinsi lain.

Gubri juga memaparkan, untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, itu merupakan domainnya Pemprov Riau. Sedangkan guru hanya fokus untuk meningkatkan mutu pendidikan. “Kita ingin ke depan wilayah terisolir di Riau bisa benar-benar tersentuh oleh guru-guru yang profesional. Inilah yang harus kita perjuangkan,” ujarnya.

Ket: Gubri bersama undangan Ekspos SMK Negeri 2 Pekanbaru Menuju SMK Rujukan
Ket: Gubri bersama undangan Ekspos SMK Negeri 2 Pekanbaru Menuju SMK Rujukan

Namun demikian, untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud Pemerintah Provinsi Riau mengakui masih banyak kekurangannya. Mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan kualitas guru dan dosen sehingga nantinya output yang dihasilkan menjadi mumpuni. Sebagai bentuk komitmen Pemprov Riau dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, tiap tahun alokasi pendidikan sebesar 25 persen dianggarkan dalam APBD, sesuai yang diamanatkan Pemerintah Pusat.

Anggaran sebesar 25 persen tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kualitas guru dan sarana maupun prasarana penddikan. Aplikasi dari upaya peningkatan kualitas guru tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau mendorong para guru untuk melanjutkan pendidikan, dimana bagi guru yang belum strata satu (S1) agar dapat melanjutkan kuliah.

Begitupun yang belum berpendidikan Strata Dua (S2), juga dapat melanjutkan pendidikan, karena Disdik telah menyiapkan anggaran melalui beasiswa. Pengratisan pendidikan kuliah bagi para guru tersebut terkait dengan kebijakan Pemprov Riau yang akan melakukan standarisasi pendidikan guru. Dimana nantinya, guru SD dan SMP wajib minimal berpendidikan S1. Sedangkan guru SMA minimal S2.

“Oleh karena itu, dengan peningkatan kualitas SDM tenaga pendidikan,  Propinsi Riau  mampu mewujudkan pendidikan bermutu. Sudah merupakan pendapat umum bahwa kemakmuran suatu bangsa berkaitan erat dengan kualitas atau mutu pendidikan bangsa yang bersangkutan. Bahakan lebih spesifik lagi, bangsa-bangsa yang berhasil mencapai kemakmuran dan kesejahteraan dewasa ini adalah bangsa-bangsa yang melaksanakan pembangunan berdasarkan strategi pengembangan sumber daya manusianya,” kata  Gubri beberapa waktu lalu.

Ket: Sekda Riau Ahmad Hijazi Serahkan Hadiah Lomba pada HUT PGRI & Hari Guru 2016
Ket: Sekda Riau Ahmad Hijazi Serahkan Hadiah Lomba pada HUT PGRI & Hari Guru 2016

Aspek kuantitas menekankan pada perluasan sekolah sehingga penduduk memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan pendidikan tanpa memandang latar belakang kehidupan, namun kuantitas tersebut harus selalu sejalan dengan kualitas SDM guru sebagai tenaga pendidik. Kualitas sekolah memiliki tekanan bahwa lulusan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki kemampuan yang relevan dan diperlukan dalam kehidupan, berdaya saing. (Adv/hms)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Anggota DPRD Siak Nelson Manalu Adakan Reses Perdana

SIAK, DETAKKAMPAR.CO.ID – Usai dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Siak Riau dari Partai Hanura periode ...