Selasa , Oktober 26 2021

Pentingnya Infrastruktur Jalan Bagi Kemajuan Desa

Keterangan Fhoto : kondisi jalan menuju desa Gunung Bungsu

Kabupaten Kampar merupakan daerah yang memiliki kawasan luas di Provinsi Riau. Ada 21 Kecamatan dan 250 desa/ kelurahan yang masing- masing memiliki potensi dan kekayaan baik sumber daya alam, budaya ataupun yang lainnya. Salah satu yang paling penting utuk menghubungkan baik antar Desa, antar Kecamatan maupun antar Kabupaten adalah akses infrastruktur jalan.

Infrastruktur jalan merupakan bagian penting untuk mempernudah akses urusan masyarakat. Sehingga jarak yang jauh, karena luasnya wilayah Kabupaten Kampar tidak menjadi kendala bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kampar terus berupaya melakukan pembangunan infrastruktur jalan yang merata di Kabupaten Kampar, tanpa tebang pilih.

Pemerintah Kabupaten Kampar, terus berkomitmen melakukan pembangunan- pembanguna jala hingga kelokasi dan kawasan- kawasan terpencil disudut wilayah Kabupaten. Hal ini dilakukan, guna menggesa pembangunan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah khususnya desa- desa yang ada di Kabupaten Kampar.

Pembangunan infrastruktur jalan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kampar terus ditingkatkan, agar masyarakat Kabupaten Kampar dapat merasakan kehadiran pemerintah. Seperti salah satunya yang dirasakan oleh sebagian masyarakat Kecamatan Koto Kampar Hulu.

Pada tahun 2014 lalu, jalan menuju SMAN 1 Koto Kampar Hulu belum ditempeli aspal, baru hanya tanah kuning. Jika hujan, jalan menjadi berlumpur, jika kemarau, jalan ini malah mengeluarkan debu. Bahkan, jalan yang dulunya menjadi jalur utama bagi pelajar SMAN 1 Koto Kampar Hulu ini, harus menghadapi jalan berlubang-lubang menuju sekolah mereka.

Namun saat ini kondisinya jauh berbeda. Siswa/ siswi SMA dan warga sekitar, bisa menikmati jalan yang mulus. Yang sudah diaspal dengan bagus. Warga sangat bersyukur dengan telah dibangunnya jalan ini sehingga mereka bisa dengan mudah menuju daerah tujuan melewati jalan yang telah dibangun ini.

Selain hal diatas, dikarenakan luasnya wilayah Kabupaten Kampar, tentu belum semua daerah yang terjangkau pembangunan jalan. Masih banyak desa atau daeah lain yang masih sangat perlu mendapatkan perhatian pembangunan, seperti jalan pedesaan di Desa Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar. Didaerah lokasi tersebut, terlihat jalan pedesaan Dusun IV Desa Tanjung banyak jalan yang berlubang.

Keterangan Fhoto : Akses jalan Menuju Desa Ranjung, Koto Kampar Hulu

Kepala Desa Tanjung Sutomi mengatakan, desanya sangat berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar untuk menganggarkan perbaikan jalan pedesaan di desanya. Ia menyatakan, bahwa jalan aspal pedesaan yang dibangun Pemerintah Daerah sekitar 20 tahun yang silam sudah banyak yang rusak, namun hingga saat ini belum pernah ada sentuhan perbaikan.

“Jalan pedesaan di Desa Tanjung sudah banyak yang diaspal Pemerintah Daerah sekitar 20 tahun silam, namun sudah banyak yang hancur dan belum pernah diperbaiki, oleh karena itu kami berharap kepada Pemerintah Daerah menganggarkan perbaikan jalan pedesaan di desa kami ini,” ungkapnya penuh harap.

Hal senada juga disampaikan oleh masyarakat Gunung Bungsu. Hampir seluruh jalan desa yang ada di Gunung Bungsu telah rusak dan hancur. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah dapat menganggarkan lagi perbaikan jalan desa yang memiliki fungsi sangat fital bagi masyarakat Gunung Bungsu ini.

“Jalan disini kan dibangun 20 tahun silam, makanya sudah banyak yang rusak dan hancur. Kalau boleh usul, tentu kami berharap dapat diperhatiakn pemerintah untuk dibangun dan diperbaiki kembali,” ungkap Hartono, salah satu masyarakat yang kami temui.

Menyikapi hal ini, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Kampar, Azwan M Si angkat bicara terkait persoalan jalan pedesaan ini. Ia mengatakan, bahwa urusan jalan pedesaan yang dihandel Pemerintah Daerah itu perlu pembinaan kepada Kepala Desa, perencanaan RPJMDes, RKPDes sampai APBDes.

Iya mengatakan, pembinaan penggunaan keuangan anggaran desa memang dibina oleh Dinas Pemerintah Daerah, Bappeda hanya memback Up. Dibutuhkan perencanaan yang baik serta kordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa. “Apalagi ditengah defisitnya anggaran daerah seperti saat ini, maka harus dibangun sinergi mana yang dibangun daerah mana yang menggunakan dana desa,” ungkapnya.

Untuk pembangunan jalan- jalan desa, semenisasi, gorong- gorong dan jalan poros kecil sebenarnya juga bisa menggunakan dana desa. Karena itu, harus dibangun kordainasi yang baik dalam perencanaan pembangunan. “ Yang paling terpenting bagaimana keterbukaan aparatur Desa, LMD dan BPD bisa bersinergi menyusun rencana pembangunan atau perbaikan jalan berkeadilan. Tentu perlu tahapan penyusunan mulai dari dusun sampai Musrenbangdes,” pungkas Azwan. (Adv)

Kirim komentar Anda disini

Komentar