Senin , 30 November 2020

Petani Perak Antusias Ikuti Pelatihan Dan Wujudkan Malaysia Maju 2020 Melalui RTMPE

petani-perak-antusias-ikuti-pelatihan-rtmpeDetakkampar.co.id Siak Hulu – Tidak hanya masyarakat Kabupaten Kampar saja yang ingin merubah nasib dengan mengikuti pelatihan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE), bahkan masyarakat dari kerajaan Perak, Malaysia juga antusias untuk bergabung guna menambah ilmu di bidang pertanian, perikanan dan peternakan.

Begitu dikatakan Bupati Kampar, Jefry Noer usai memberikan pencerahan kepada 22 orang petani yang berasal dari kerajaan Perak, Malaysia di lokasi pertanian terpadu, Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu.

memasak-dengan-biogas-kotoran-sapi-peserta-diklat-negeri-perak-nikmati-mie-masakan-bupati-kampar

Jefry menambahkan, bila ingin merubah nasib dengan menjadi petani yang sukses, ada Lima hal yang harus dilaksanakan, Pertama jadikan 24 jam untuk beribadah kepada allah, karena apapun yang kita kerjakan, tanpa membawa nama allah dan seizin allah, maka tidak kan terlaksana seperti yang kita harapkan, Kedua banyak bersedekah karena dengan bersedekah akan menjauhkan kita dari bala bencana dan mara bahaya.

Ketiga hidup disiplin dengan memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya, karena kesempatan hanya datang satu kali aja dalam hidup kita, keempat , cintailah pekerjaan karena dengan mencintai pekerjaan dengan sepenuh hati, kita akan ikhlas melakukannya dan hasil yang kita dapatkan akan lebih maksimal dan kelima, tinggalkan lah hal-hal yang mubazir, sesuatu yang tidak berguna serta merusak diri sendiri, seperti merokok dan lainnya.

umnu-pagu-malaysia-wujudkan-malaysia-maju-2020-melalui-rtmpe

“Kepada para petani dari kerajaan Perak ini, saya berharap agar serius mengikuti pelatihan ini, agar tidak sia-sia dong jauh ke sini, pelajarilah pertanian, perikanan dan peternakan sebaik-baiknya agar nantinya dapat dikembangkan kembali di Perak, dan dalam pelatihan ini juga akan diberikan nilai sesuai dengan bidang masibg-masing, Untuk itu diharapkan serius mengikuti ini ” ujar Jefry.

Jefry mengatakan, setelah nanti selesai mengikuti pelatihan ini, kerajaan Perak juga akan memberikan modal usaha kepada para petani yang sudah diberikan bekal ilmu tentang RTMPE Tersebut agar dapat dikembangkan oleh para petani di kerajaan Perak tersebut.

Ditambahkan Bupati kampar jefry noer,saat Peserta pelatihan dari Negeri Perak Malaysia yang mengikuti pelatihan Pusat Pelatihan Pertanin dan Pedesaan Swadaya (P4S) yang bermuara kepada Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE), sangat menikmati masakan mie instan dimana mie instan tersebut dimasak langsung oleh Bupati Kampar H Jefry Noer,SH dengan menggunakan Biogas hasil kotoran sapi.

ilmu-tentang-biogas-paling-dilirik-petani-perak

Hal tersebut dirasakan oleh peserta pelatihan P4S dari Negeri Perak Malaysia yang juga diikuti penghulunya Dt M Sa’adin di lokasi Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu.

Sa’adin saat santap mie instan yang dimasak Jefry Noer, mengungkapkan bahwa RTMPE sangat luar biasa. Sebab ternyata memasak yang menggunakan Biogas Kotoran Sapi produksi RTMPE, sama kualitasnya dengan kompor gas yang menggunakan gas elpiji bahkan biogas dari kotoran sapi lebih biru apinya.
Selain itu, biogas dari kotoran sapi juga praktis tidak mudah meledak karena tekananya rendah dan barang-barang yang digunakan sederhana. Untuk itu program ini sangat bagus dan perlu dikembangkan di Negeri Perak nantinya.
Sa’adin menambahkan, bahan-bahan yang dipergunakan untuk memasak tersebut mulai dari gas, telur, bawang, cabe dan sayurnya tidak dibeli cukup diambil dalam lingkup RTMPE yang telah tersedia.
Sa’adin juga mengungkapan sebanyak 22 orang kepala kampung dari Negeri Perak Malaysia yang dibawanya untuk mengikuti pelatihan di RTMPE Kubang Jaya semuanya semangat untuk mengikuti pelatihan. Bahkan peserta tidak sabar untuk kembangkan ilmu yang telah didapatkan apalagi tentang program RTMPE.

Disisi lain, tentang keuntungan kotoran sapi selain dijadikan biogas, di RTMPE juga langsung menghasilkan pupuk organik yang murah dan kualitas yang tinggi. Hal ini perlu kami sosialisasikan nantiny dengan warga perak lainnya yang belum bisa ke Kampar saat ini.

Tidak hanya itu,Kedatangan petani dari Jabatan Pertanian Negeri Perak Malaysia ke Kabupaten Kampar, bukan untuk melancong, namun mereka ingin mengadopsi teknologi Biogas yang kini sedang dikembangkan di lokasi percontohan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) di Kubang Jaya Kecamatan Siakhulu. Di samping itu, para petani juga ingin mengembangkan areal belakang rumah di pemukiman atau yang mereka sebut “Laman Dapur” menjadi lahan pertanian bawang dan cabe.

Muhammad Nizam Bin Abdullah,selaku pendamping yang bekerja di Jabatan Pertanian Negeri Perak Malaysia memaparkan bahwa para petani yang ikut dalam pelatihan tersebut merupakan perwakilan dari lima wilayah yang ada di Negeri Perak. Masing-masing wilayah mengutus empat orang petani, sehingga total petani ada 20 orang, didampingi 2 pendamping.

Petani peserta pelatihan merupakan petani sudah terbiasa bercocok tanam buah-buahan dan sayuran. Mereka berminat untuk berlatih di Kampar karena ingin menggali ilmu tentang tanaman bawang, cabe, beternak ikan lele, ayam petelur hingga pembuatan bio urine dan bio gas. “Jika selama ini mereka hanya menanam sawi dan sayuran jenis lainnya, ke depan para petani ini akan menambah tanaman di laman dapur mereka bawang dan cabe. Selain itu, kami juga akan belajar lebih rinci lagi tentang budidaya ikan lele,’’sebutnya.

Disebutkan Nizam bahwa petani peserta pelatihan merupakan petani yang sudah siap dengan lahan masing-masing. Sebab, di Negeri Perak banyak lowongan pekerjaan, maka bila tidak memiliki lahan minimal 3 hektare, warga Negeri Perak tidak akan memilih profesi sebagai petani. “Di sana banyak peluang pekerjaan, kalau punya lahan minimal 3 hektare, bolehlah bertani. Bila tidak, maka mereka bisa bekerja di kilang, security maupun pekerjaan lainnya,’’ucapnya.

Selama ini, petani dari Malaysia memiliki income per capita minimal 1500 RM atau lebih kurang Rp5 juta rupiah per bulannya. “Dari hasil sebanyak itu, mereka belum mengembangkan RTMPE, mereka hanya bertani sayuran dan buah-buahan, dan ada juga yang berternak lembu atau sapi maupun kambing. Ke depan, tentunya kami ingin mereka lebih sejahtera lagi, dengan mengembangkan biogas dan bio urine,’’kata Nizam.

Ditambahkannya, selama ini kotoran sapi di Negeri Perak belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga banyak yang terbuang begitu saja. Bila mereka sudah memperoleh ilmu pengetahuan tentang biogas dan bio urine, para petani tersebut berharap dapat meningkatkan penghasilan melebihi Rp5 juta perbulannya. “Kami berencana akan kembali ke Malaysia 1 Juni 2016, semoga ilmu yang kami peroleh di Kampar, dapat kami terapkan di negeri kami,’’tukasnya.

Akan tetapi setelah mendengar bahkan turun langsung melihat program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang dibuat Bupati Kampar H Jefry Noer,SH untuk ekonomi rakyat, berarti Malaysia nantinya juga berpeluang besar dalam menjadikan Malaysia negeri maju dalam peningkatan ekonomi masyarakatnya melalui program RTMPE Kabupaten Kampar.

Hal tersebut disampaikan oleh Dato’ Yusup Bin A.Bakar selaku Umnu Pagoh Malaysia saat meninjau langsung pilot projet program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu.

Yusup menjelaskan, bahwa beliau yakin dengan RTMPE tersebut nantinya akan menjadikan rangsangan bagi masyarakt kerajaan Malaysia untuk mewujudkan Malaysia maju 2020 karena kita sudah dapatkan orang kata ilmu yang sangat berharga untuk masyarkat miskin di Malaysia.

Insha Allah nantinya, Kita sebagai Partai Umnu Pagoh Malaysia akan bekerja sama dengan Bupati Kampar dalam program ini bagaimana nantinya program ini juga bisa ada di malaysia. Sebeb kita lihat program RTMPE yang pengolahannya yang dinilai sederhana dan menggunakan alat-alat yang sederhana, akan tetapi walupun dengan modal sederhana dan peralatan sederhana tapi hasilnya juga luar biasa.

Kita melihat, kotoran sapi saja di RTMPE ini sudah bisa hasilkan Ribuan RM (mata uang Malaysia) perbulannya. Apalagi dari hasil sapi, ayam, ikan, bawang serta cabe yang dikembangkan dilahan yang cukup 1000 meter. Jikalah program ini bisa kami buat di malaysia secepatnya, apalagi bersekala besar tentu bagus juga untuk hapuskan pengangguran dan orang-orang miskin yang ada di Malaysia.

Yusup mengapresiasi dan kagum terhadap program yang di buat Bupati Kampar H Jefry Noer,SH tersebut karena selama ini kebanyakan orang program cuma cerita, tetapi program jefry Noer dengan RTMPEnya praktek langsung dan kita pun bisa lihat langsung.(Adv/hms)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Dewan dan Sekretariat DPRD Riau Bagikan Hand Sanitizer Kepada Pengendara Ojek Online

PEKANBARU, DETAKKAMPAR.co.id – Sebagai bentuk kepedulian serta mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) kepada para Pengendara ...