Jumat , Oktober 22 2021

Polda Riau dituding main mata dengan istri Bupati Kampar

Detak kampar.com,  Penyidikan dugaan kasus penganiayaan yang
dilakukan oleh anggota DPRD Riau Eva Yuliana yang juga istri Bupati Kampar
Jefry Noer terhadap dua petani di Kampar, Nur Asmi dan Jamal, belum ada
perkembangan, terkait ini, pihak korban menduga Polda Riau ada main mata dengan
Eva Yuliana.

Hal ini diungkap korban melalui Kuasa Hukumnya, Suharmansyah SH MH Senin
(13/10). Pihak kuasa hukum juga menyurati Mabes Polri karena lambatnya
penanganan tersebut.

“Surat tersebut diterima pekan silam, 3 Oktober 2014 lalu. Surat itu kita
layangkan ke Kapolri, Kompolnas dan Komnas Ham. Tembusannya, ke Kabareskrim,
Kapolda Riau dan pejabat Polri terkait lainnya,” jelas Suharmansyah.

Menurutnya, kasus penindasan terhadap rakyat kecil ini sudah memakan waktu lima
bulan. Suharmansyah menilai, jika pejabat yang menjadi korbannya, penanganannya
cepat. Namun jika pejabat pelakunya, penanganannya sangat lambat.

“Kita menduga ada persekongkolan antara penyidik dengan terlapor yang
notabene pejabat dan juga istri pejabat yakni Eva Yuliana, kita menduga ada
main mata di antara kedua belah pihak,” tambahnya.

Suharmansyah menambahkan, menurut KUHAP, penetapan tersangka sudah bisa
dilakukan jika penyidik sudah menemukan dua alat bukti. Dan penyidik dinilai
sudah mengantongi dua alat bukti itu.

“Padahal, penyidik mengirimkan surat bahwa Polda Riau telah menyita
beberapa barang bukti, termasuk perhiasan Eva Yuliana, beberapa waktu yang
lalu. Penyidik juga meminta keterangan pelapor dan visum. Saya kira alat
buktinya sudah lebih dari dua. Seharusnya, sudah ditetapkan sebagai
tersangka,” ketus Suharmansyah.

Dari surat yang diterima oleh kuasa hukum, penyidik telah memeriksa 22

Sementara itu, Suharmansyah juga mengatakan bahwa penyidik akan kembali memeriksa
saksi-saksi lagi. Namun, menurutnya itu tidak perlu. “Kita akan terus
mendesak agar ia ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo saat dikonfirmasi
melalui selulernya mengatakan, terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan
Eva Yuliana terhadap dua petani itu belum ditemukan unsur pidana.
“Kasusnya masih disidik. Kita masih menunggu hasil penyidikan. Karena
unsur terpidananya belum terpenuhi,” katanya. orang
saksi. Termasuk pelapor, Bupati Jefry Noer, dokter, terlapor, pelapor dan saksi
lainnya. “Penyidik tidak menghadirkan saksi ahli pidana bernama Ismansyah
SH MH sesuai yang direncanakan. Padahal, gelar perkara sudah tiga kali
dilakukan,” jelasnya.(dir/merdeka.com)

Kirim komentar Anda disini

Komentar