Sabtu , 20 Juli 2019

Produk sawit Indonesia terus mendapatkan tekanan di luar negeri.

Detak kampar.com-Jakarta -Produk sawit Indonesia terus mendapatkan
tekanan di luar negeri, khususnya di negara Eropa. Dirjen Pengembangan
Ekspor Nasional (PEN) Nus Nuzulia Ishak Kementerian Perdagangan
mengungkapkan, ada 3 negara di Uni Eropa yang menyuarakan isu negatif
tentang sawit Indonesia.

Umumnya suara negatif dilakukan oleh lembaga sosial masyarakat (LSM).

“Hanya
dari NGO (Non Government Organization) yang melakukan kampanye hitam.
Ada di Prancis tidak boleh menggunakan CPO dengan menggunakan label.
Jadi kita maping juga di Brussel (Belgia) dan Roma (Italia),” ungkap Nus
kepada detak kampar.com, Jumat (21/03/2014).

Nus
menyebut, cara ketiga negara menyudutkan produk sawit Indonesia juga
bermacam-macam. Dari mulai isu tidak ramah lingkungan sampai kesehatan.

“Kampanye
anti sawit di Belgia banyak ditemukan di sektor makanan dengan
menggunakan isu dampak negatif kesehatan, lingkungan hidup. Di beberapa
supermarket banyak ditemukan beberapa produk yang menggunakan label anti
sawit seperi No oil Palm, Zero Percent oil Palm dan Palm Oil Free,”
tuturnya.

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Pelantikan Bupati Siak Alfedri Dihadiri Sekda Kampar

PEKANBARU, DETAKKAMPAR.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar Yusri, M.Si menghadiri acara pelantikan Bupati Siak Drs.Alfedri,M.Si ...