Senin , Oktober 25 2021

Psikolog : ” Tak Benar Ibadah Qurban Sadis Dan Tak Pantas Dilihat Anak “

Detak kampar.com Alasan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya
Purnama atau yag akrab disapa Ahok, bahwa penyembelihan hewan qurban di sekolah
itu sadis dan tidak pantas dibantah oleh psikolog Irfan Aulia. kandidat
doctoral dari FISIP UI ini menjelaskan bahwa ibadah qurban malah punya
pengajaran yang baik bagi anak.

“Tidak relevan. Qurban itu secara psikologis dan
sosiologis mengajarkan anak untuk berbagi. Untuk pemotongan qurban itu hanya
tinggal cara guru menyampaikan dan mengemas. Bila cara mengemasnya bagus, anak
akan belajar menyayangi binatang karena ada tata cara untuk memperlakukan dan
menyembelih binatang. Semisal pakai pisau yang tajam, berdoa, menghadap kiblat.
Dan sebagainya,” ujarnya.
Ditambahkannya, Anak-anak lebih mudah mencontoh anime
atau film kartun yang menggambarkan tokohnya pakai pisau daripada nonton
prosesi penyembelihan. Efek anime atau film kartun lebih terasa. Proses
penyembelihan hanya punya efek buruk kalau ada orang dewasa yang menceritakan
dengan cara yang buruk dan mencontohkan proses penyembelihan dengan cara yang
buruk. “ Jadi intinya di cara bukan generalisir bahwa proses penyembelihan
langsung berakibat buruk,” terangnya.
Lebih jauh pria yang berprofesi sebagai pengajar di
Fakultas Psilologi Universitas Jayabaya dan konselor keluarga ini juga memberi
saran bagaimana prosesi qurban yang mendidik di sekolah dasar.
“ Bagusnya pra penyembelihan ada prolog dari guru.
Semacam mengingatkan kembali makna qurban dan tata cara berkurban. Pas
penyembelihan dilakukan dengan tata cara yang benar. Paska penyembelihan anak
diajak menyelam makna. Ditanya apa saja yang mereka pelajari. Apa yang mereka
bisa ambil pelajaran dan sebagainya,” terangnya.
Akan lebih baik kalau Murid juga dilibatkan saat mendistribusikan daging kurban, itu akan lebih
bagus pungkasnya. (dr)

Kirim komentar Anda disini

Komentar