Selasa , November 30 2021

Putusan MK soal Politik Dinasti Ibarat Pedang Bermata Dua

Detak kampar.com JAKARTA –
Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menjelaskan
putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperbolehkan praktik politik dinasti
ibarat pedang bermata dua.

Hal
itu, kata Hendri, lantaran selain disatu sisi merupakan hak demokrasi setiap
insan. Namun, disisi lainnya terkesan ada pengelompokan penguasa melalui garis
keturunan.
“Ini
pedang bermata dua. Sisi yang satu ada hak demokrasi setiap insan, sisi yang
lain juga terkesan ada pengelompokan penguasa melalui garis keturunan,”
kata Hendri, Sabtu (10/7/2015).
Hendri
berharap, dikabulakannya sebagian uji materi Pasal 7 huruf r undang-undang no 8
tahun 2015 tentang pemilihan umum kepala daerah (UU Pilkada) oleh MK, tidak
dimanfaatkan oleh oknum kepala daerah yang tidak bertanggungjawab untuk
menguasai dan menyalahgunakan amanah yang diberikan rakyat melalui sanak
keluarganya.
“Semoga
saja para pemimpin tersebut tidak menyalahgunakan kepercayaan dan amanah saat
memimpin daerah dan mengubahnya menjadi nafsu menguasai daerah,”
terangnya.
Meski
tidak begitu menyetujui amar putusan MK tersebut, dosen ilmu politik ini
menilai apa yang telah diputuskan oleh lembaga tinggi negara ini telah tepat.
Hal itu, papar Hendri, dikarenakan Hakim MK pasti terlebih dahulu telah
memikirkan putusan yang diambil dengan matang.
“Saya
lebih setuju sebenarnya kalau MK mempertimbangkan ulang keputusannya. Tapi
semoga implementasi putusan ini tepat,” pungkasnya. ***

Kirim komentar Anda disini

Komentar