Senin , Oktober 25 2021

Riau The Homeland of Melayu, Riau Tanah Air Melayu

adv-riau-1PEKANBARU-Upaya peningkatan pembangunan dibidang pariwisata dan budaya melayu, pemerintah provinsi Riau mengawali gerakan tersebut dengan menciptaan dasar gerakan yang akan mendunia. Adapun dasar gerakan tersebut yakni didasari dengan tema Riau The Homeland of Melayu yang artinya Riau Tanah Air Melayu.Tema tersebut menjadi doktrin awal untuk memulai gerakan pembangan dibidang pariwisata dan budaya melayu.

Menurut Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, untuk meningatkan pariwisata berbasis budaya di wialayah Provinsi Riau diperlukan kerja sama yang solid dari berbagai kalangan, baik para pemikir budaya, akademisi, budayawan, seniman dan masyarakat, sehingga basis ini semakin kuat. Selain itu melakukan promosi aktivitas budaya di tanah air melayu hingga mendunia.

“Kita harus optimis. Wisata kita tidak kalah dengan negara lainnya. Riau memiliki keunggulan di sektor pariwisata berbasis kebudayaan. Kita hanya perlu memasarkannya,” Kata Gubernur Riau.

Salah satu budaya di provinsi Riau yang sudah turun-temurun dan menjadi nilai pariwisata yang memberikan dampak pada pariwisata Riau yakni Pacu Jalur. Kegiatan Pacu Jalur tersebut terdapat di kabupaten Kuansing, Riau. Kegiatan tersebut diperlombakan untuk peserta yang ingin mengikutinya dan dilaksanakan secara rutin disetiap tahunnya. Akibat dari pelaksanaan kegiatan pacu jalur yang dilasanakan secara rutin, maka kegiatan tersebut dijadikan menjadi sebuah festival yang disebut dengan Festival Pacu Jalur (FPJ).

adv-riau-4

Untuk Festival Pacu Jalur (FPJ) tahun 2016 yang berlangsung 25-28 Agustus 2016 di Gelanggang Pacu Tepian Narosa, Teluk Kuantan resmi dibuka oleh Sekretaris daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, Kamis  Siang (25/8) di Lapangan limuno Teluk Kuantan.

adv-riau-2Dalam sambutannya, Sekda, Ahmad Hijazi mengapresiasi atas pelaksanaan pacu jalur yang setiap tahunnya dilaksanakan di Kabupaten Kuansing. Tradisi pacu jalur menurutnya tidak saja merupakan kebanggaan masyarakat Kuansing, namun juga kebanggaan masyarakat Riau bahkan nasional.

“Kita berharap, tradisi yang memiliki nilai sejarah dan potensi pariwisata budaya ini dapat terus berkembang dan pelaksanaannya ditingkatkan,”ujar Sekda.

Tagline The Homeland of Melayu menjadi semangat agar dapat membangun pariwisata berbasis budaya dalam mewujudkan visi Riau 2020.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau Fahmizal Usman menyebut, melalui peluncuran tag line Riau The Homeland of Melayu, pihaknya ingin mempertegas Riau adalah bumi Melayu yang kaya akan aneka ragam potensi wisata yang layak untuk dikunjungi oleh wisatawan nasional maupun internasional.

“Melalui semangat tag line tersebut, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan terus mendorong agar jumlah wisatawan nasional dan internasional mau mengunjungi Riau, hal ini juga dalam rangka mensukseskan visi dan misi Riau 2020”,Ujar Fahmi.

Upaya Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan efek positif dari pembangunan pariwisata dan budaya melayu yakni dengan melunucurkan konsep Melayu Menyapa Dunia. Program tersebut dilounching lagsung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

adv-riau-3

Adapun tujuan meluncurkan program RiauMeyapa Dunia adalah untuk meningkatkan kuota pariwisata ke wilayah provinsi Riau.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pemprov Riau Fahmizal Usman mengatakan, tema yang dipilih dalam kegiatan peluncuran tersebut adalah “Riau Menyapa Dunia”, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan promosi pariwisata Riau ditingkat nasional dan internasional, dengan menghadirkan media nasional serta Internasional, para duta besar, asosiasi dan airlines.

Selain pacu jalur, provinsi Riau juga memiliki wisata yang patut untuk dikunjungi diantaranya, Candi Muara Takus yang terletak di desa Muara Takus, situs ini merupakan awal kerajaan Sriwijaya.

Di kabupaten Siak terdapat Objek wisata Istana Siak yang merupakan peninggalan kerajaan melayu terbesar abad 18-19 dan pernah menguasai 11 Kerajaan  di kawasan  Sumatera.

Riau juga memiliki beberapa event wisata yang menarik untuk dikunjungi diantaranya Bekudo Bono (Surfing Bono), Bono adalah gelombang besar yang menghulu kedalam sungai Kampar adalah salah satu yang terbaik di dunia.

Adapun beberapa event wisata lain yang sering digelar di provinsi Riau yaitu, Bakar Tongkang, Pacu Jalur, Tour Se Siak, Gema Muharram dan Pekanbaru 10K. (Adv/baim/hms)

Kirim komentar Anda disini

Komentar