Selasa , Oktober 19 2021

Ribuan Titik Api Bermunculan Di Bumi Lancang Kuning

 Ribuan Titik Api Bermunculan Di Bumi Lancang Kuning

PEKANBARU (DK)-Tragis. Begitulah gambaran tentang perkembangan
kebakaran hutan dan lahan yang hingga kini masih menimpa Bumi Lancang
Kuning. Meski sudah sering disorot, namun jumlah titik api yang muncul
malah makin banyak. Hingga Senin (24/2) kemarin, jumlahnya bahkan telah
mencapai ribuan. Angka itu meningkat berlipat-lipat dibanding sehari
sebelumnya, yakni sebanyak 166 titik.

Hingga saat ini, sejumlah daerah seperti Bengkalis, Siak, Pelalawan,
Meranti, Rokan Hilir dan Dumai, masih menjadi daerah yang paling parah
tertimpa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tersebut. Di daerah-daerah
tersebut, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ribuan hektare.
Sungguh dahsyat.
Khusus di Kabupaten Bengkalis, perkembangan Karhutla masih parah.

Ribuan
hektare lahan milik masyarakat terus terbakar. Jumlah pengungsi terus
bertambah. Ratusan warga juga masih diungsikan agar terhindar dari
jilatan api. Saat ini, Bengkalis sudah dinyatakan dalam kondisi darurat
Karhutla.

Sementara Bupati Pelalawan, HM Harris memperpanjang
status darurat Karhutla, karena ketebalan kabut asap di kabupaten itu
belum juga menunjukkan penurunan. Di dua daerah ini, para siswa masih
diliburkan dari aktivitas sekolah.

Akibat kabut asap juga,
aktivitas di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, untuk kesekian
kalinya terganggu. Sejumlah penerbangan terpaksa ditunda, karena jarak
pandang di landasan pacu pesawat jadi sangat terbatas. Namun demikian,
masih ada beberapa pesawat yang memaksakan diri mendarat, meski
mengandung resiko.

Ribuan Titik
Menurut
analis Badan Metrologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru,
Ahmad Agus Widodo, pada Senin (24/2) pagi kemarin, titik api yang
terpantau berada di Riau, telah mencapai ribuan. Jumlah ini melonjak
berlipat-lipat dibanding sehari sebelumnya, di mana titik api tercatat
sebanyak 166 titik.

“Untuk seluruh Sumatera, jumlah titik api
tercatat mencapai 1.398 titik. Dari jumlah itu, Riau adalah yang
terbanyak mencapai 1.234 titik api,” terangnya.

Kondisi terparah
masih berada di Kabupaten Bengkalis dan Siak. Di dua daerah ini, jarak
pandang berkisar antara 120 meter hingga 300 meter. Sedangkan di
Pekanbaru, jarak pandang berkisar antara 300, 400 hingga 800 meter.

Hingga
kemarin, Bengkalis masih sebagai daerah yang banyak ditemukan titik
api, yakni sebanyak 515 titik disusul Siak 208, Meranti 141, Kota Dumai
126, Pelalawan 118, Indragiri Hilir 74, Rokan Hilir 48 dan Indragiri
Hulu sebanyak empat titik.

Sejauh ini, tambahnya, pihaknya belum
ada menrima tembusan terkait rencana pembuatan hujan buatan. “Kalau
untuk Februari, hujan tergolong sedikit. Mungkin pada Maret dan April
kemungkinan hujan bisa banyak,” terangnya.

Bandara Terganggu
Untuk
kesekian kalinya, kabut asap kembali membuat aktivitas di Bandara
Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru jadi terganggu. Menurut
Airport Duty Manager SSK II Pekanbaru, Baikuni, jarak padang pagi pagi
kemarin memang tidak ideal. Akibatnya, jadwal keberangkatan dan
kedatangan pesawat pun terganggu.

Meski demikian, masih ada
sejumlah penerbangan yang sukses melakukan pendaratan. Seperti pesawat
Air Asia dan Mandala. “Kalau ini tergantung kemahiran pilot,” ujarnya.

Sementara
sejumlah maskapai lain, terpaksa menundan jadwal keberangkatan maupun
kedatangan. Diakui Service Manager Garuda di Pekanbaru, Irawan Suryadi,
kondisi ini membuat pihaknya mengalami kerugian, karena rotasi pesawat
tidak teratur. “Ada yang terpaksa kita alihkan ke maskapai lain,”
ujarnya.

Pengungsi Bertambah
Sementara
itu, Kabupaten Bengkalis saat ini sudah ditetapkan dengan status
darurat Karhutla. Perkembangan terbaru, sekitar 90-an kepala keluarga
(KK) di Tanjung Leban, kembali mengungsi. Mereka ditampung di tenda
pengungsian yang disiapkan Pemkab Bengkalis. Selebihnya ada yang
mengungsi ke rumah keluarga mereka di desa lain di Bukitbatu maupun ke
Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Total areal yang
terbakar di Tanjung Leban, diperkirakan sudah mencapai dua ribu hektare.

Untuk
hujan buatan, pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut ke BPBD-Damkar
Riau dan BNPB di Jakarta. Karena jalan keluar pemadaman api tidak lain
melalui hujan buatan, atau memang hujan betulan. Akibat dari Karhutla di
Bengkalis, sejumlah daerah lain di Riau seperti Pekanbaru, Pelalawan,
Kampar bahkan Provinsi Sumbar, Sumut dan Jambi terkena imbas kabut asap,
termasuk Malaysia dan Singapura.

Ratusan Hektar

Di
Pulau Rupat, anggota DPRD Bengkalis Muhammad Nasir menginformasikan
Karhutla hebat juga terjadi. Menurutnya, ratusan hektare lahan kebun
kelapa sawit dan karet milik warga musnah terbakar sejak beberapa hari
lalu. Karhutla di Rupat terjadi di kelurahan Pergam, kelurahan Terkul
sampai kelurahan Batu Panjang.

“Sejak seminggu terakhir karhutla
di Pergam, Terkul dan Batu Panjang masih belum padam. Bahkan sejak dua
hari terakhir api terus meluas membakar areal perkebunan serta dekat
pemukiman warga di tiga kelurahan tersebut. Langkah pemadaman saat ini
hanya dilakukan oleh masyarakat secara swadaya, karena tak ada bantuan
yang didatangkan ke Rupat.( Detak kampar.com)

Kirim komentar Anda disini

Komentar