Rabu , Oktober 20 2021

Rupiah Anjlok, Investor Waspadai Pergerakan IHSG

Detak kampar.com ,JAKARTA – Aksi “menghias jendela” di penutupan kuartal III belum mampu berbuat banyak. Arah angin bursa global juga masih bertiup ke tenggara, ditambah depresiasi rupiah ke Rp 12.255 per USD.
 
Head of Research KSK Financial Group David Cornelis mengatakan, pergerakan rupiah saat ini sudah ke level Rp 12.255 seperti posisinya di 4 Februari lalu, telah menghapus penguatannya terhadap dolar AS di tahun 2014 ini, dengan bergerak melemah ke titik terendahnya selama 7 bulan terakhir.
 
“Pelemahan tersebut karena faktor fundamental, khususnya penguatan mata uang Paman Sam seiring naiknya pertumbuhan ekonomi AS dan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunganya tahun depan yang menurunkan ketertarikan investor global terhadap bursa negara berkembang,” ujar Davit dalam risetnya, Jakarta, Rabu (1/10/2014).
Dirinya menargetkan, target pelemahan rupiah terdekat adalah ke level Rp12.281 per USD. Di lain sisi, lanjutnya, IHSG masih bertahan di atas 5.135. Saat ini adalah hanya karena sentimen semata, bukan karena faktor fundamental.
“Dengan pelemahan rupiah ke atas level psikologis Rp 12.000, secara linear seharusnya IHSG sudah berada di bawah level 5.100 hingga 5.000,” ujarnya.
 
Dirinya mengatakan, sinyal Rupiah yang anjlok patut diwaspadai oleh investor di pasar modal terhadap potensi pelemahan IHSG di bulan Oktober.
“Karena di bulan Oktober ini banyak peristiwa-peristiwa monumental yang akan dirilis dan terjadi, seperti inagurasi Jokowi, pengumuman zaken kabinet, dan kebijakan pengurangan subsidi BBM,” ujarnya. (dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar