Rabu , 21 Agustus 2019

Safari Ramadhan 1437 H Pemkab Kampar Ajang Perekat Tali Silaturrahim dan Dialog Dengan Masyarakat

 

bupati-kampar-lepas-secara-resmi-tim-safari-ramadhan
Bupati Kampar H Jefry Noer memberikan arahan kepada rombongan Tim Safari Ramadhan 1437 H Pemkab Kampar, sebelum melepas secara resmi di Masjid Al Ihsan Markaz Islami, Rabu (8/6/2016)

 

BANGKINANG KOTA – Bupati Kampar H Jery Noer SH melepas secara resmi Tim Safari Ramadhan 1437 H Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar.  Tim Safari Ramadhan pemkab Kampar pada 1437 H nantinya akan mengunjungi 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar.

Acara pelepasan yang digelar pada Rabu (8/6/2016) itu dimulai dengan acara buka bersama pemda kampar yang dipusatkan di Mesjid Al Iksan Markas Islamic Center Bangkinang Kota.

Tim safari ramadhan 1437 H Pemkab kampar tahun ini dibagi menjadi dua tim. Ada 21 jumlah masjid yang akan dikunjungi yang tersebar di 21 kecamatan se Kabupaten Kampar. Safari dimulai pada jum’at tanggal 10 juni sampai selasa 28 juni 2016 yang terdiri dari dua tim setiap malamnya.

Dalam sambutannya saat melepas tim safari, Rabu (8/6/2016) sore, Bupati Kampar H Jefry Noer menyampaikan bahwa tim safari ramadhan ini bukan tim konser. Kepada para tim safary Jefry Noer berharap, jadikanlah safari ini waktunya kita betul-betul untuk memperbaiki ahklak dan memperbanyak amal ibadah. Jangan jadikan safary ini sebagai rutinitas tahunan, karena kegiatan ini merupakan bagian dari syiar agama.

Untuk itu ia meminta kepada para rombongan untuk mengikuti aturan safari serta membawa uang yang agak banyak untuk nantinya disumbangkan di masjid dimana tim melaksanakan safari. Dalam safari nantinya akan melakukan buka bersama dengan masyarakat, sholat taraweh bersama serta dialog langsung dengan masyarakat.

“Kita mengharapkan semoga dalam bulan yang suci ini kita bisa meningkatkan amal ibadah kita kepada allah SWT dengan memperbanyak amal-amal ibadah baik yang wajib maupun yang sunat, semua harus kita tingkatkan,” ungkap Bupati.

Safari Perdana

Kunjungan perdana tim safari ramadhan 1437 H pemkab Kampar dimulai pada Jum’at (10/6/2016). Tim I yang dipimpin langsung oleh Bupati Kampar mengunjungi masjid Ar-rafah yang terletak di kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota. Sedangkan rombongan tim II dipimpin oleh Asisten II Ekbang dan Kesra H. Nurbit di Mesjid Al Miqrot Desa Makmur Sejahtera Kecamatan Gunung Sahilan.

Di Masjid Ar- rafah Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Bupati Kampar menyampaikan pentingnya kontrol dari masyarakat terhadap capaian dalam proses pelaksanaan pembangunan yang saat ini sudah dan akan berjalan. Seluruh elemen masyarakat dapat melihat dan mengontrol.

bupati-kampar-safari-di-masjid-arafah
Bupati Kampar H. Jefry Noer saat memberikan pengarahan pada safari ramadhan perdana tahun 1437 H yang diadakan di masjid Ar-rafah Bangkinang Kota pada Jum’at (10 /6/2016)

 

Menurut Bupati diantara yang perlu dikontrol oleh seluruh elemen masyarakat adalah mengenai peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kampar. Dimana pemerintah telah melaksanakan Pendidikan Gratis, namun ini tidak berjalan dengan mulus. Hal ini dikarenakan masih terdengar  dari laporan-laporan wali murid ada sekolah yang masih memungut biaya dalam bentuk lain diantaranya uang daftar ulang, uang bangku atau uang perpisahan.

“Jangan lagi diberatkan beban masyarakat dalam hal ini wali murid, karena tidak semua wali murid yang mampu. Oleh sebab itu kepada wali murid maupun kepada kepala Sekolah saya tekankan bahwa tidak ada lagi yang namanya pungutan-pungutan yang memeberatkan,” Kata Jefry Noer.

Saat ini Pemkab Kampar terus melakukan penekanan terhadap biaya yang harus dikeluarkan oleh para wali murid salah satunya adalah dengan membuat pakaian anak sekolah yang diahasilkan oleh PKBM Jahit menjahit dimana biaya dari pakaian sekolah saja sudah dapat diturunkan biaya yang harus dikeluarkan oleh wali murid.

Oleh sebab itu Khusus untuk Bangkinang Kota ini menurut Bupati sangat cocok dikembangkan program jahit-menjahit, karena itu diminta kepada Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan untuk mendata dan memprogramkan kegiatan keterampilan bagi ibu dan anak yang putus sekolah,   membuka pelatihan jahit menjahit di Bangkinang Kota ini dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan ekonomi keluarga dalam mengurangi kemiskinan.

Selain terkait pendidikan, Bupati Kampar yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Hj. Eva Yuliana  Jefry dan Anggota DPRD Kampar Rahmat Jevary Juniardo dan seluruh yang tergabung dalam kelompok I tim juga menyampaikan perlunya kontrol dari masyarakat terhadap sejumlah program lainnya.

Seperti dalam program kesehatan terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas yang saat ini melayani 24 jam. Selain itu penyakit masyarakat (pekat) yang merajalela terutama Narkoba untuk dapat di awasi dan dikontrol terhadap perilaku anak-anak muda,

Kalau ada yang terkena narkoba agar dapat segera di rehabilitasi. Dimana Kabupaten Kampar telah memiliki tempat rehab narkoba yang merupakan satu-satunya kabupaten yang mempunyai Rehab dapat dimanfaatkan oleh para pengidap narkoba.

asisten-ii-safari-ramadhan-perekat-tali-silaturrahim
Asisten II Setda Kampar Safari Ramadhan di Mesjid Al Miqrot Kecamatan Gunung Sahilan bersama rombongan tim II pada Jum’at (10/6/2016)

 

Ditempat terpisah, tim II safari ramadhan pemkab Kampar yang dipimpin asisten II H Nurbit selain menyampaikan program pembangunan Pemkab Kampar dan berdialog dengan warga, juga menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan tidak hanya sebagai agenda tahunan atau rutinitas setiap tahunnya dari Pemerintah Kabupaten Kampar, tapi kegiatan tersebut mempunyai makna yang penting, yakni sebagai ajang silaturrahim dengan masyarakat untuk bisa lebih dekat.

“Safari Ramadhan ini bertujuan untuk saling merekatkan tali silaturrahim antara Pemerintah Kabupaten Kampar dengan masyarakat, antara masyarakat dengan masyarakat, dan juga sebagai ajang penyampaian program dari Pemerintah Kabupaten,” ujarnya.

Dalam kesempatan dialog dengan masyarakat, tim II safari Pemkab Kampar juga menampung aspirasi pembangunan yang diusulkan dari masyarakat. Seperti pembangunan jembatan dan renovasi masjid. Khusus untuk masjid Al-Miqrot yang merupakan tujuan tim safari dikatakan masyarakat, sampai saat ini belum pernah ada sedikitpun bantuan dari Pemkab Kampar.

Menanggapi hal itu, Nurbit menyampaikan, kalau terkait dengan pembangunan jembatan, pertimbangan atau saran kami karena dana ADD Desa yang sekarang cukup besar mungkin bisa dimasukkan dalam rancangan RAPBDesa. Seandainya itu tidak bisa diakomodir desa mungkin bisa dibuat semacam proposal untuk bisa disampaikan ke Dinas terkait.

“Semaksimal mungkin kami akan memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat dengan mengikuti acuan yang berlaku,”katanya.

Selanjutnya, kalau terkait dengan pembangunan dan renovasi Masjid, Nurbit mengatakan kalau untuk sekarang pembangunan dan renovasi masjid tidak bisa lagi menerima bantuan dana hibah atau bansos bila tidak memiliki status sebagai badan hukum. Hal itu mengacu pada ketentuan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah.

“Jadi ini bukan kemauan kami, aturan perundang- undanganlah yang menyebutkan demikian, sehingga kami tidak bisa lagi menyalurkan bantuan dari dana APBD bila yang meminta bantuan tidak berbentuk badan hukum,”jelasnya.

Untuk itu, Nurbit meminta masyarakat agar bisa memahami bila Pemkab tidak bisa menyalurkan bantuan bagi yang membutuhkan bantuan.

“Jadi, bila pemkab tidak memberikan bantuan, bukan karena Pemkab tidak mau membantu, tetapi karena aturannya yang tidak memungkinkan,” pungkasnya. (Adv)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Untuk Ketiga Kalinya Kampar Terima WTP Dari BPK RI

PEKANBARU, DETAKKAMPAR.CO.ID – Kabupaten Kampar menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan ...