Minggu , Desember 5 2021

SBY Angkat Bicara Soal Usulan Dana Aspirasi DPR

Detak kampar.com JAKARTA
— Mantan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Demokrat, Susilo Bmbang Yudhoyono
mengkritisi rencana DPR yang menginginkan dana aspirasi. Menurutnya, wacana Rp
20 miliar per anggota dewan itu banyak menuai persoalan nantinya. Salah
satunya, tumpang tindih kewenangan dengan eksekutif dan pemerintah daerah.

“Ada
lima hal yang harus dikritisi diuji atas ide dana aspirasi itu. Terutama
terkait dengan sistem, governance dan aturan main,” ujar SBY melalui akun
Twitter resminya, Senin (15/6).
Menurutnya,
yang pertama, harus ada formula yang tepat bagaimana meletakkan
“titipan” dana 20 milyar dalam sistem APBN & APBD. Ini nantinya
agar klop dan tak bertentangan dengan rencana eksekutif.
“Bagaimana
menjamin penggunaan dana tersebut tidak tumpang tindih dengan anggaran daerah
dan yangg diinginkan oleh DPRD provinsi, kabupaten dan kota?” ujar SBY
menambahkan.
Dan
persoalan ketiga, SBY mengkritisi bagaimana jika anggota DPR RI punya dana
aspirasi, kemudian implikasinya terhadap anggota DPRD Provinsi dan kota.
“Serta keempat kalau anggota DPR punya “jatah & kewenangan”
untuk tentukan sendiri proyek & anggarannya,lantas apa bedanya eksekutif
dan legislatif?,” sambungnya.
Kritik
terakhir SBY adalah menyoroti bagaimana pola pengawasan atas dana aspirasi
tersebut. Menurutnya, sejumlah persoalan itu yang membuat dirinya, selama
mengelola 10 tahun APBN selama menjabat, tak pernah menerima usulan dana
aspirasi tersebut.
“Di
era pemerintahan yang saya pimpin, saya tidak setuju penggunaan dana aspirasi
karena lima hal itu belum jelas dan belum klop,” tegasnya.***

Kirim komentar Anda disini

Komentar