Minggu , 27 September 2020

Selain Hearing di DPRD Kampar, Tokoh Masyarakat Tanah Merah Laporkan Kinerja Kadesnya ke Kejari Kampar

BANGKINANG – Datangi kantor DPRD Kampar, sejumlah tokoh masyarakat Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu adakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ketua DPRD Kampar Faisal dan Wakil Ketua Toni Hidayat yang digelar di ruang Banggar DPRD Kampar, Selasa (2/6/2020).

Kedatangan mereka mengadukan kinerja Kepala Desa Tanah Merah yang diduga sewenang – wenang dalam menjalankan roda Pemerintaha

Dalam hearing tersebut salahseorang tokoh masyarakat, Karyani mengatakan, kedatangannya untuk menyampaikan dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh Kepala Desa Tanah Merah.

“Ada indikasi penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh Kepala Desa, oleh karena itu pihaknya mendatangai DPRD Kabupaten Kampar untuk mencari solusi,” ujar Karyani, salah satu tokoh masyarakat Desa Tanah Merah

Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan terkait dengan kebijakan yang dilakukan oleh kepala Desa yang semena-mena memberhentikan aparatur Desa secara sepihak tanpa prosedur yang jelas.

Usai hearing perwakilan masyarakat menyerahkan berkas bukti-bukti kejanggalan yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa kepada Ketua DPRD Kampar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kampar, Faisal mengatakan pihaknya akan meneruskan kepada komisi yang bersangkutan serta akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan tujuan persoalan ini diselesaikan secara persusif.

“Secepatnya kita akan memanggil Camat, BPD setempat, Kepala Desanya, Inspektorat serta Pemdesnya,” kata Faisal.

Selain ke DPRD masyarakat Tanah Merah juga melaporkan kinerja Kadesnya ke Kejaksaan Negeri Kampar.

Sementara itu Kades Tanah Merah H.Syahrul Amri Nasution saat dikonfirmasi via selulernya menyampaikan, sebenarnya antara RW dan RT sudah tiga tahun lamanya sering bertengkar tiap Musrembangdes, intinya tidak ada kecocokan kita coba damaikan tidak berhasil,”ucap Kades.

“Kita ambil keputusan untuk mengundang mereka kita adakan forum ada Ketua BPD,Pemuka masyarakat, MUI dan kita semua hadir, RT nya hadir sedangkan RW berada diluar Kota,”katanya lagi.

Dilanjutkan Kades karena RT nya minta dikeluarkan alias diberhentikan maka kita ambil keputusan bersama dwngan diketahui Camat, mereka kita berhentikan,’terang Kades.

Terkait seratus sak semen yang hilang Syahrul membenarkan hal tersebut dan hal ini kita laporkan ke Inspektorat.

“Kalo memang saya sudah dulapirkan Kejaksaan oleh mereka, saya siap hadir bila dipanggil,”tutupnya.

(Dirman)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Di Sungai Tonang Berpamitan

  BANGKINANG, DETAKKAMPAR.CO.ID-Kepala Desa Sungai Tonang melakukan pelepasan Mahasiswa KKN DR Plus UIN SUSKA RIAU ...