Senin , November 29 2021

Semakin Banyak Generasi Muda Yang Tidak Tau Sejarah Perjuangan Bangsa

Detak kampar.com BANGKINANG KOTA – Pada 30 September 1965,
sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat, Menteri/Panglima Angkatan Darat Jenderal
Ahmad Yani, mati terbunuh dan mayatnya dimasukkan ke sumur di Lubang Buaya,
nama tempat di Jakarta Timur. Mereka adalah korban kudeta G-30-S/PKI. 

Selain  itu peringatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para
Pahlawan Kusuma Bangsa Indonesia yang telah gugur dalam menegakkan dan
mempertahankan kedaulatan NKRI dari segala bentuk rongrongan serta penindasan
para penjajah dan pemberontak yang menginginkan Indonesia hancur dan diisi oleh
kehendak mereka yang salah satunya adalah menetapkan ideologi komunis di tanah
Ibu Pertiwi.
Dengan gagalnya usaha kaum komunis
yang juga disebut Gestok (Gerakan Satu Oktober) mereka tidak berhasil
menanamkan ideologi komunisnya di Indonesia, maka tercetuslah kesepakatan
Nasional bahwa pada tanggal 1 Oktober dikukuhkan sebagai Hari Kesaktian
Pancasila, yang setiap tahunnya wajib diperingati oleh Bangsa Indonesia.
Namun sayangnya peristiwa
bersejarah ini sudah banyak dilupakan, terutama oleh generasi muda. Salah satu
penyebabnya kurangnya materi sejarah perjuangan bangsa dalam kurikulum
pelajaran di sekolah.
Hal ini sebagaimana
diungkapkan oleh Buk Jusmawati salah seorang guru SD, “ Selama  materi “Sejarah
Perjuangan Bangsa” tidak dimasukkan dalam muatan kurikulum, jangan harap
generasi bangsa yang sekarang dan yang  akan
datang bisa waspada terhadap bahaya komunis. “ terangnya. 

Kirim komentar Anda disini

Komentar