Minggu , Desember 5 2021

Sidang Karhutla, Giliran Mantan GM PT JJP Memberikan Kesaksian

photogrid_1476367406997

Ujung Tanjung (DK) – Sidang kasus karhutla PT Jatim Jaya Perkasa yang digelar di PN Bagan Siapi Api pada tanggal 10/10/2016, masih mendengarkan keterangan saksi, pada kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Mantan GM PT JJP Erison Pinem yang akan memberikan kesaksiannya di hadapan majelis hakim dalam perkara ini.

Selaku GM PT JJP waktu itu dengan lahan yang terbakar seluas 120 Ha terjadi pada Juni 2013 silam, majellis hakim Dr Sutarno SH MH mempertanyakan kepada nya, sejauh mana tanggung jawab Erison Pane salaku GM terhadap kejadian kebakaran tersebut yang diduga merusak lingkungan.

Erison Pane dalam pengakuannya pada waktu itu dirinya sedang cuti berada di Medan untuk menghadiri acara pesta pernikahan keluarganya dan tidak bisa pulang. Meskipun demikian dirinya malam itu juga mendapat informasi bahwa lahan PT JJP telah terbakar seluas 20 Ha, dan ia langsung menginstruksikan kepada anak buahnya bahwa segera mengambil tindakan untuk pemadaman api.

Dalam kesaksianya bahwa jauh sebelaum terjadi kebakaran di kebun PT JJP, dirinya sudah mengetahui bahwa ada titik api sejauh 1 km dari areal Perusahaan. Tepat pada 17 Juni 2013 sekira pukul 21.00 wib dirinya mendapat informasi dari Sukiman Manager Estate Simpang Damar melalui selulernya kalau malam itu sudah ada kebakaran di Lahan PT JJP.

Pada saat itu juga Erison Pane Selaku GM langsung menyuruh menurunkan alat pemadam kebakaran beserta petugas yang telah di tentukan, diantaranya 5 unit Excapator, 3 unit mesin pompa, 18 unit mesin robin 10 unit sepeda motor, 10 unit Apar, 24 unit garut dan tenaga 50 orang.

Saat itu juga alat langsung bergerak dari gudang di bawa kelokasi kebakaran dan memerintahkan supaya anggota yang bekerja memadamkan api di belikan nasi bungkus dan mengatur rotasi bekerja supaya tidak terlalu capek. Dan dirinya juga meminta supaya dibuatkan laporan Polisi.

Saat terjadi kebakaran di lahan masyarakat, Majelis Hakim mempertanyakan bagaimana tindakan yang dilakukan langkah antisipasi yang dilakukan sebelum api membakar lahan PT JJP, dalam keterangannya saksi. Menerangkan bahwa pihaknya juga turut ikut melakukan pemadaman saat kebakaran masih berada dilahan masyarakat.

Bentuk antisipasi lain lanjut Erison, perusahaan menyiapkan alat berat di perbatasan kanal, 3 unit mesin kohatsu, 6 unit mesin robin dan 15 orang personil ” karena kondisi saat itu cuaca yang sangat panas, angin kencang, api melompat di bawa angin kelahan areal perusahaan”jelasnya

Jaksa penuntut umum (JPU) Sobrani Binsar juga melontarkan pertanyaan mengenai, mengapa menanam di areal. Yang masih berstatus quo, saksi menjawab, karena di areal tersebut tidak di pasang garis Polisi (Polis Line) dan tidak dilarang menanam dari pihak kepolisian dan dari Kementrian Lingkungan hudip waktu itu.

Sementara salah seorang penasehat hukum terdakwa Tony Hutapea, memperlihatkan kepada saksi dan majelis hakim, adanya surat dari Dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir, bahwa dinyatakan dalam surat tersebut , alat pemadaman kabakaran yang ada di PT JJP dinyatakan sudah lengkap. Dan saksi Eroson Pane menhetahui surat itu Dan penasehat hukum terdakwa menyerahkan kepada Majelis Hakim untuk dijadikan sebagai alat bukti.

Sidang yang berlangsung selama tiga jam ini, akhirnya Ketua Majelis hakim Dr Sutarno SH MH, menunda sidang pekan depan pada senin tanggal 17/10/2016, dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi dari JPU, dan menginsturksikan kepada JPU sidang dimulai pukul 10,00 wib tepat serta menghadirkan terdakwa dalam persidangan.(rls)

Kirim komentar Anda disini

Komentar