Selasa , November 30 2021

SPIRIT PENGKADERAN | Oleh : Afdhal RM

12998699_980774235349065_4915717005440657538_nLelaki lembut, dermawan dan penyayang itu pun mulai mengajak orang-orang dekatnya untuk bergabung ke jalan kebenaran yang telah menjadi keyakinan kuat dalam hatinya, yaitu Islam. Diantara pemuda yang direkrut ialah Usman bin Affan, Abdurrahman bin ‘Auf, Saad bin Abi waqqash, dan Ammar bin Yasir. Dialah abu bakar sahabat nabi yang diberi gelar ash Siddiq karena selalu membenarkan tanpa keraguan setiap berita yang dibawa oleh Rasulullah. Para pemuda yang bergabung dengan Islam dikarenakan kelembutan dan keutamaan akhlak abu bakar yang telah mereka kenal.

Lain hal dengan pemuda yg satu ini, punya niat ingin membunuh nabi namun mendapat hidayah di rumah adik perempuannya bernama Fatimah. Wajah Fatimah berdarah akibat tamparan keras dari sang jawara quraisy yang sedang emosi. Pemuda gagah perkasa yang kemudian hari dibai’at menjadi Amirul mukminin setelah abu bakar oleh kaum muslimin, itulah Umar bin Khattab.

Umar masuk Islam lewat sentuhan al qur’an surat Taha. Surat ini telah membuat Umar terdiam hingga hatinya luluh. Setelah diberitahu Fatimah, Umar pergi ke perkumpulan di rumah Arqam untuk bersyahadat di hadapan Rasulullah. Tanpa menunggu lama Umar langsung bergerak melakukan rekrutmen besar-besaran mengajak penduduk Makkah masuk Islam. Bani ‘Ady yang termasuk komunitas suku besar di Quraisy menyambut baik seruan Umar untuk bergabung ke jalan Islam. Melalui keislaman Umar banyak penduduk makkah masuk Islam karena pengaruh dakwahnya sehingga kafir Quraisy gempar.

Pada awal-awal dakwah Islam, momentum haji menjadi sarana rekrutmen untuk memperkenalkan dan mengajak masuk islam orang-orang yang datang ke ka’bah dari berbagai belahan dunia. Momen haji menjadi sangat efektif utk menyebarkan Islam ke daerah lain ketika itu karena para jamaah akan kembali ke kampung masing-masing. Semua orang dari berbagai jenis suku, agama dan daerah berkumpul untuk melakukan ritual ibadah di ka’bah.

Momen itu tidak disia-siakan oleh Rasulullah dan para sahabat untuk bergerak menyebarkan ajaran Islam. Selain menjadi misi kerasulan Muhammad, ini menjadi inspirasi bahwa sebuah gerakan mesti mampu memanfaatkan setiap momentum yang ada bahkan dituntut menciptakan momentum.

Setiap momentum yang terjadi dalam perjalanan gerakan Islam harus mampu dimanfaatkan sebagai sarana untuk mencetak para aktor kebaikan yang nantinya akan menjadi penggerak kebangkitan. Allah telah menyediakan ruang sebagai medan untuk melakukan rekrutmen individu atau kolektif bagi para aktor kebaikan. Ketika pintu regenerasi itu terbuka maka tugas seorang aktor kebaikan ialah mengerahkan seluruh kekuatan untuk melakukan marketing nilai organisasi sehingga layak untuk tempat bernaung.

Nilai itu telah dikemas dalam bentuk produk kebenaran hakiki yang telah diwariskan Rasulullah kepada umatnya agar disebarkan kepada siapa pun. Tugas para aktor kebaikan berusaha seoptimal mungkin untuk mengajak para penggerak baru (calon kader) untuk berjuang bersama dalam visi perjuangan yang telah digariskan organisasi.

————–
*Penulis adalah Ketua Umum KAMMI Daerah Pekanbaru dan Presiden Korps Instruktur Wilayah KAMMI Riau

Kirim komentar Anda disini

Komentar