Sabtu , Oktober 16 2021

Stok Ikan Tuna di Kawasan Pasifik Terancam Habis

Detak kampar.com Kepala
manajemen perikanan kawasan Pasifik Tengah dan Barat, Profesor Glen Hurry
mengatakan tanpa adanya kesepakatan internasional kemungkinan besar stok ikan
tuna di kawasan itu akan habis.
 

Prof Glenn
Hurry yang berasal dari Australia ini mengatakan tuna jenis bluefin
dan bigeye
seharusnya tidak lagi ditangkap. Alasannya jelas, stok jenis ikan ini di lautan
betul-betul sudah menipis.

Dia juga
memperingatkan perlunya “aksi serius” guna mengurangi penangkapan
tuna yellowfin. “Tuna yellowfin  sekarang tinggal 38 persen dari
stok yang ada,” kata Prof Hurry yang segera akan mengakhiri jabatannya
sebagai kepala manajemen perikanan Australia bagi kawasan Pasifik Tengah dan Barat
(WCPFC).

“Tuna
bigeye sekarang tinggal 16 persen,” jelasnya. “Yang harus dilakukan
adalah menghentikan penangkapan ikan tersebut dan menunggu sampai stoknya pulih
kembali.”

Menurut Prof
Hurry situasi tuna bluefin lebih kritis dimana populasi ikan tersebut di
kawaaan Pasifik tinggal 3 sampai 4 persen. “Di level ini, seharusnya
tidak lagi dilakukan penangkapan,” ujarnya, baru-baru ini.

Menurut
Hurry, persoalannya adalah bahwa sekarang ini terdapat begitu banyak kapal
penangkap ikan – sedikitnya 300 buah – yang dilengkapi dengan peralatan radar
canggih.

Hurry
menambahkan bahwa kuota jumlah maksimum kapal penangkap ikan ini sudah
terlampau sekitar 10 tahun lalu.

Bulan
Desember mendatang di Samoa, 33 negara tergabung dalam WCPFC akan bertemu guna
membahas tindakan bersama yang bisa dilakukan. (dr)

Kirim komentar Anda disini

Komentar