Sabtu , November 27 2021

Sungai Hijau, Pilihan Tepat Melepas Penat

Detak kampar.com SALO – Mungkin tak pernah terbayangkan oleh masyarakat Desa Salo, sungai kecil yang dulu bernama sungai salo ini, kini bisa populer dan terkenal dengan sebutan ” Sungai Hijau “. Entah siapa yang pertama kali memberi nama sungai hijau, tapi melalui informasi dari mulut ke mulut lokasi inipun kini ramai dikunjungi tak sebatas hanya dihari libur saja, hampir setiap hari kawasan ini ramai pengunjung terutama memasuki pukul 16:00 wib jam pulang kerja.
Lokasinya yang strategis serta mudah dijangkau, membuat tempat ini memang menjadi primadona bagi siapapun yang ingin melepas penat setelah seharian bekerja. Airnya yang bersih dan jernih membuat  batu-batu kecil di sepanjang dasarnya terlihat jelas. Lumut yang tumbuh di
sebagian batu-batu kecil dan rumput air yang tumbuh di pinggir sungai,
membuat sungai ini semakin terlihat berwarna hijau.
Selain untuk bersantai, mandi dan bermain air, kawasan wisata ini juga sangat bagus
untuk narsis di depan kamera. Tidak heran jika ada pengunjung yang
datang hanya untuk berfoto ria saja. Jepret sana-jepret sini, mulai dari
di pinggir sungai, dalam sungai hingga atas pohon, semuanya asyik dan
indah untuk dijepret.
Untuk masuk ke kawasan wisata Sungai Hijau ini biayanya tergolong sangat murah. Dengan satu
mobil Avanza dengan isi enam orang dewasa dan dua anak-anak, hanya
dikenakan uang masuk Rp 40 ribu, sudah termasuk uang parkir. Sedangkan untuk sepeda motor biasanya dikenakan Rp 10.000 hingga Rp 15.000 saja. 
Anda tertarik untuk datang menikmati keindahan sungai hijau ini? tak perlu susah, Ada dua jalur yang bisa ditempuh menuju ke lokasi Sungai Hijau. Pertama,
jalan lingkar Kota Bangkinang, belok kiri setelah tugu yang biasa
disebut Tugu Batu Belah. Jalan aspal mulus ini melewati komplek
perkantoran Pemerintahan Kabupaten Kampar. Tidak jauh dari perkantoran
inilah letak Sungai Hijau tersebut.

Jalur kedua, melewati jalan
raya Kota Bangkinang, tepatnya Jalan Ahmad Yani atau jalan setelah
Islamic Centre. Setelah Jalan Ahmad Yani masuk ke Jalan Tuanku Tambusai,
baru masuk jalan lingkar. Biasanya, jalur ini lebih padat dan macet
dibandingkan jalan lingkar. Karena itu jugalah, jarak tempuh akan lebih
cepat melalui jalan lingkar dibandingkan jalan raya Bangkinang. (dr)

Kirim komentar Anda disini

Komentar