Selasa , November 30 2021

Tak Cukup Bukti, Polisi Malaysia Pulangkan Dua Anggota Polri

Detak kampar.com, JAKARTA – Dua anggota Kepolisian RI yang sempat ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM), AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MP Harahap, akhirnya dipulangkan ke Tanah Air. Pemulangan keduanya dilakukan setelah PDRM tidak menemukan bukti yang cukup atas dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh anggota Kepolisian Daerah Kalimantan Barat itu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan, keduanya tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta pukul 18.30 dengan menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan GA 817. Boy mengatakan, proses pemeriksaan terhadap seseorang yang diduga terlibat perkara hukum dilangsungkan selama 7×24 jam sejak ditangkap.
Apabila dalam pemeriksaan itu belum ditemukan bukti yang cukup kuat, maka dapat diperpanjang sampai 7×24 jam.
“Namun demikian, belum full dihari yang kedua ini dimanfaatkan petugas PDRM, kita sudah diinformasikan hasilnya hari ini. Bahwa dari proses pemeriksaan yang dilakukan pada dua personel kita, telah dinyatakan tidak cukup alat bukti terkait dugaan pelanggaran hukum kasus narkoba yang sedang ditangani PDRM,” kata Boy di Mabes Polri, Selasa (9/9/2014) malam.
Meski PDRM menyatakan tak terbukti, Polri tetap melakukan pemeriksaan terhadap kedua anggota itu. Jika nantinya di dalam pemeriksaan terbukti terjadi pelanggaran pidana, maka Polri dapat menjatuhkan sanksi terhadap keduanya baik sanksi etik maupun sanksi profesi.
AKBP Idha dan Brigadir Kepala MP Harahap, ditangkap di Kuching, Malaysia, dengan dugaan terlibat dalam sindikat narkotika. Saat ditangkap, keduanya tidak sedang membawa narkoba. Dua anggota tersebut ditangkap di sebuah hotel di Malaysia, menyusul penangkapan seorang perempuan yang merupakan tersangka kasus narkotika, di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Saat ditangkap, perempuan tersebut membawa sabu seberat 3,1 kilogram.(dir/Tribun)

Kirim komentar Anda disini

Komentar