Minggu , 27 September 2020

Tanaman Padi Warga Dipastikan Gagal Panen, Kades Sei Jalau Minta Pihak PLTA Koto Panjang Bisa Salurkan CSR nya

KAMPAR UTARA, DETAKKAMPAR.CO.ID – Dengan dibukanya pintu pelimpahan (Spillway gate) oleh pihak PLTA Koto Panjang mengakibatkan beberapa desa di bantaran sungai Kampar terendam banjir, seperti di Desa Sungai Jalau Kecamatan Kampar Utara puluhan rumah warga serta lahan pertanian (Padi) terendam bajir.

Kepala Desa Sungai Jalau Nirwan Amirudin menyampaikan, akibat banjir ini puluhan rumah warga terendam banjir hingga ketinggian 30 cm sejak pukul 10.00 WIB Sabtu (14/12/2019) kemarin dan hingga kini masih menggenangi jalan , lahan pertanian dan rumah warga,” ucap Nirwan Ahad (15/12).

Nirwan menghimbau kepada warga yang terkena dampak banjir agar tetap menjaga dan tidak meninggalkan rumahnya karena dengan ketinggian segini rumah masih bisa huni,” himbaunya.

Selain merendam rumah warga banjir juga mengakibatkan puluhan hektar lebih tanaman Padi juga ikut menjadi korban yang mengakibatkan gagal panen dengan kerugian ditaksir sekitar 40 sampai 50 juta Rupiah,” jelasnya

Ditambahkan Nirwan, karena akses jalan terputus hingga siang ini belum ada bantuan yang masuk ke desa kami,” ujarnya lagi.

Kepada pihak pengelola PLTA Koto Panjang Kades Sungai Jalau meminta jangan hanya menyalurkan CSR ke desa yang terdekat saja, sedangkan kami di desa di bantaran sungai Kampar ini juga ikut merasakan dampak banjir yang diakibatkan pembukaan Spillway gate. Seperti banyaknya lahan tanaman Padi warga yang terendam dan sudah dipastikan gagal panen,” pungkasnya.

(Dirman)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Gugus Tugas Kabupaten Siak Mengadakan Pertemuan dengan Management PT.Indah Kiat

SIAK – Untuk menyikapi meningkatnya jumlah Penularan Positif Covid 19 dikalangan Karyawan PT. Indah Kiat ...