Rabu , 22 Januari 2020

Tanggulangi Kemiskinan Lewat PKH

BANGKINANG KOTA – Banyak cerita dibalik perjuangan para Pendampingan Keluarga Harapan (PKH) yang bertugas diwilayah Kabupaten Kampar. Lika- liku perjuangan ini mereka hadapi dan lalui demi semangat dan cita- cita mensukseskan program pemerintah untuk memberdayakan dan mengangkat kesejahteraan keluarga.

“Panas, hujan, jalanan yang kadang berdebu, berlumpur harus kami lalui demi menemui dan membina masyarakat agar lebih sejahtera,” ungkap Helkis, selaku Kordinator Kabupaten (Korkab) PKH Kabupaten Kampar menceritakan perjuangan yang mereka lalui tahun ini.

Perjuangan Pendamping PKH Menemui KPM Melalui Jalur Sungai

Kepada detakkampar Helkis menjelaskan, untuk tahun 2018, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 26.878 KK. “Kalau untuk dana lebih kurang Rp 47.475.955.300,” ungkapnya.

Dalam pertemuan- pertemuan dengan kelompok- kelompok KPM, biasanya dilakukan program- program pembinaan sekaligus menjadi sarana untuk mengevaluasi, memverifikasi dan pemutakhiran data KPM PKH.

“Para pendamping- pendamping kita bertugas untuk mengawasi penyaluran bantuan PKH dan program komplementaritas lainnya seperti, Kelompok Usaha Bersama (Kube), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan program- program sosial lainnya,” sambungnya.

Kedekatan hubungan emosional antara KPM dengan pendamping PKH juga terus dibangun. Para pendamping PKH aktif jemput bola membantu para KPM, bahkan hingga membantu anak- anak KPM untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi dibeberapa universitas.

Pendamping PKH Bersama KPM Binaan

Program unggulan yang akan digencarkan tahun depan adalah pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS). Dimana dalam kegiatan ini, ada sharing untuk peningkatan ekonomi dan pendapatan keluarga- keluarga KPM binaan PKH.

Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indonesia telah melaksanakan PKH. Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis.

Pendamping PKH Mendampingi KPM Dalam Pencairan Dana PKH

Sebagai sebuah program bantuan sosial bersyarat, PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkanberbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka. Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI.

Melalui PKH, KPM didorong untuk memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan, dan pendampingan, termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan. PKH diarahkan untuk menjadi tulang punggung penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.

(Advetorial)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Syamsul Bahri, Dipercaya Menjadi Ketua Umum MUI Kec. Bangkinang Kota

BANGKINANG, DETAKKAMPAR.CO ID – Abuya Syamsul Bahri SAg MPd, dinobatkan menjadi Ketua umum Majelis Ulama ...