Rabu , Oktober 20 2021

“Terapkan Pasal TPPU, Dua Hakim Sebut Jaksa KPK Halalkan Segala Cara”

Detak kampar.com, JAKARTA – Dalam sidang
pembacaan vonis untuk terdakwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas
Urbaningrum, di pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/9) dua hakim Tipikor
Selamet Subagyo dan Joko Subagyo menyatakan dissenting opinion atau beda
pendapat terkait putusan vonis terhadap Anas Urbaningrum. Kedua hakim anggota
itu tak sepakat dengan kewenangan dan sangkaan Jaksa KPK dalam menuntut Anas
dengan Pasal Pencucian Uang (TPPU).

” Di dalam UU KPK
hanya tertuang KPK berwenang lidik, sidik, dan tuntut tipikor maka dalam
menuntut TPPU harus satu berkas adalah analogi yang tidak beralasan. Bila itu
dimasukan, maka akan muncul menghalalkan segala cara,” kata hakim Joko
saat membacakan pendapatnya.
Hal yang sama juga
disampaikan oleh Hakim anggota Slamet Subagyo dalam penjelasannya mengatakan,
harus ada bukti untuk mengatakan terjadi pencucian uang. Hakim Slamet
mengibaratkan, seorang dikatakan melakukan pencucian uang Rp 5 ribu. Kalau
benar, maka harus ada bukti itu pencucian uang Rp 5 ribu.
Hal itu sebagaimana
mengutip salah seorang pakar yang pernah dihadirkan dalam persidangan Anas.
” Tidak ada kewewenangan penuntutan TPPU KPK terhadap Anas Urbaningrum
dalam dakwaan kedua dan ketiga,” kata Slamet Subagyo membacakan dissenting
opinionnya dalam persidangan.
Majelis hakim juga
memutuskan untuk menolak pencabutan hak politik Anas. Pencabutan hakMeski
terjadi perbedaan pendapat, pada akhirnya majelis hakim Pengadilan Tipikor
menjatuhkan vonis delapan tahun penjara. Selain itu, Anas juga dihukum membayar
uang pengganti kerugian negara yang jumlahnya yang diperoleh dari tindak pidana
korupsi sebesar Rp 57.590.330.580 dan 5.261.070 dolar AS.
Majelis hakim juga memutuskan untuk menolak pencabutan hak
politik Anas. Pencabutan hak politik itu sebelumnya diminta Jaksa KPK kepada
majelis hakim dalam tuntutan terdakwa Anas. “Pencabutan hak politik tidak
dikabulkan,” kata Ketua Majelis Hakim Haswandi. (dr)

Kirim komentar Anda disini

Komentar