Senin , 16 September 2019

Ternak liar Di XIII Koto Kampar Memakan Korban

BANGKINANG KOTA,DETAKKAMPAR.CO.ID -Binatang ternak seharusnya diawasi oleh sipemilik atau penggembala yang selalu memantau kemana ternaknya mencari makan rumput, namun berbeda dengan Wilyah XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar, hewan ternak terkesan dibiarkan bebas oleh pemiliknya bahkan pada saat malam datang kerbau tersebut juga tidak dimasukkan ke kandangnya.

Hewan ternak yang cenderung liar tersebut memakan korban, Sepasang suami istri, Samsudin dan Sawiyar warga Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar diserang gerombolan kerbau saat menderes karet di kebunnya yang terletak di Sungai Panisan, Desa Gunung Bungsu, Rabu (18/7/2018) sekitar pukul 08.30 Wib.

Peristiwa tersebut diketahui oleh anak korban yang kebetulan menderes dilokasi yang sama dengan di batasi anak sungai.

“Awalnya anak korban mendengar suara teriakan dari arah kedua orang tuanya menderes dan lansung melihat kedua orang tuanya sudah terkapar tidak berdaya lagi akibat diserang oleh sejumlah kerbau dirinya lansung menelepon warga untuk meminta bantuan,” ungkap Taslim salah seorang warga.

Dari informasi yang dirangkum Detakkampar, Samsudin mengalami sesak nafas akibat serangan kerbau tersebut akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 18.00 Wib. Kedua korban mengalami luka jahitan dibagian dada kanan 2 jahitan dan dikaki, serta lecet dibeberapa bagian tubuh.

Selang 2 jam, seorang pengendera Sepeda Motor, Egi Putra juga menjadi korban keganasan hewan ternak liar tersebut. Kejadian berawal saat dirinya hendak menuju Desa Batu Bersurat dari Desa Muara Takus dengan menggunakan Sepeda Motor.

“Sekitar jam 8 sesampainya di perbatasan muara Takus dengan Desa Koto Tuo melintaslah gerombolan kerbau, awalnya saya bisa elakkan satu ekor namun kerbau tersebut datang banyak sehingga saya tidak bisa menghindar, sehingga saya terjatuh mengalami patah tulang dan dilarikan ke RSUD Bangkinang,” beber Egi saat ditemui di Ruang IGD Rumah Sakit, Rabu (18/7/2018) sekitar pukul 22. 30 Wib.

Insiden ini sangat disayangkan oleh keluarga korban terkait banyaknya kerbau yang seolah tidak bertuan yang berkeliaran sehingga menimbulkan banyak korban.

“Saya meminta Camat XIII Koto Kampar untuk menyurati Kades yang ada di XIII Koto Kampar untuk memberitahu kapada pemilik kerbau agar memasukkan ternaknya ke kendang, kita juga meminta agar pemilik kerbau bertanggung jawablah, nanti kalau masyarakat tangkap kerbaunya jangan marah-marah,” ungkap Adi kesal.

(Red)

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

Polres Kampar Gelar Sertijab Kabag Ops, Kapolsek Tapung Hulu dan Kapolsek Tapung Hilir

BANGKINANG KOTA, DETAKKAMPAR.CO.ID – Sabtu pagi (31/8/2019) di Lapangan Upacara Mapolres Kampar dilaksanakan Upacara Serah ...