Minggu , 20 Januari 2019

Tetap Imami Sholat Meski Gempa, Aksi Syekh Arafat Viral

LOMBOK,DETAKKAMPAR.CO.ID -Musibah gempa bumi yang terjadi lombok menyisakan duka mendalam bagi Indonesia dan dunia internasional, tak hanya itu, gempa yang diperkirakan berkekuatan 7 SR ini juga mengukir banyak cerita, salah satunya, video yang merekam gempa yang terjadi disalah satu masjid.

Banyak Warganet yang kagum dengan imam shalat dalam video tersebut, imam tersebut tetap bertahan saat gempa mengguncang Lombok, Bali, dan Sumbawa, Minggu (5/8/2018).

Dikutip laman Vivanews, Imam tersebut terus menjaga salatnya dan tak putus melantunkan ayat kursi sementara tubuhnya bergoyang kencang.

Dilaporkan tvOne, masjid tempat Imam tersebut adalah masjid As Syuhada dan berlokasi di Denpasar, Bali. Menurut kesaksian Pungkasandi Putra alias Ipung, seorang jemaah sekaligus pengurus masjid As Syuhada, Imam yang menjadi perbincangan dunia maya bernama Syekh Arafat. Ia berasal dari negara Yaman, dan saat gempa terjadi imam masjid sedang memimpin salat Maghrib. Ipung mengaku, rekaman memang dilakukan oleh pengurus masjid untuk mengabadikan suara imam yang indah dan merdu.
“Kami memang sudah berniat merekam beliau, karena beliau memiliki suara yang indah dan merdu. Dan setiap memimpin salat, kami menyukai suaranya, dan ingin orang lain juga mendengar dan bisa menikmati suara beliau. Makanya kami rekam,” ujar Ipung, Selasa, 7 Agustus 2018. Ia mengatakan, mengambil gambar saat Imam Syekh Arafat sedang memimpin salat itu dilakukan untuk live di Facebook.

Ipung mengaku tidak berencana macam-macam, dan juga tidak menyangka akan terjadi gempa. Ia hanya ingin membagi kepada orang lain soal lantunan merdu suara Syekh Arafat. “Saat gempa terjadi saya berada di belakang mimbar, saya juga ikut berjemaah,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Ipung, Syekh Arafat memilih tidak mau bertemu dengan media. Ia khawatir akan ada terselip riyajika ia berbicara pada media.
Ipung mengaku sempat berbincang dengan Syekh Arafat saat gempa berhenti dan salat selesai dilakukan. Ia bertanya mengapa Syekh Arafat tetap melanjutkan salat dan tak melarikan diri ketika gempa mengguncang dengan kuat.

“Syekh bilang, sebagai Muslim kita wajib menyerahkan nyawa kita pada Allah SWT. Dan saat itu ia adalah Imam sehingga wajib mempertahankan salatnya hingga selesai. Menurut Syekh Arafat, gempa ini tidak seberapa jika dibandingkan kepanikan kita di Yaumil Akhir nanti,” tutur Ipung.  Imam juga secara spontan melantunkan ayat kursi dan mengulang kalimat pertama di ayat kursi karena mengagungkan kebesaran Allah yang ditunjukkan melalui gempa bumi.


Masjid As Syuhada tidak mengalami kerusakan berat meski gempa cukup kuat menggoyang. Hanya bagian lantai masjid yang mengalami retak-retak. Ipung mengatakan untuk sementara lantai masjid akan disemen untuk menutup keramik-keramik tajam yang retak dan rusak di bagian lantai.

(Aa/Viva).

Kirim komentar Anda disini

Komentar

Baca Juga

KAMMI Kampar Ingatkan KPU Agar Jaga Integritas

BANGKINANG KOTA, DETAKKAMPAR.CO.ID – Rombongan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kampar adakan kunjungan ke ...