Sabtu , Desember 4 2021

Tirani PSK Di Negeri Serambi Mekah

Foto2177Detakkampar.co.id Ada fenomena yang sering terjadi setelah lebaran berlalu, seperti banyaknya masyarakat Desa yang berbondong- bondong ke kota besar untuk mencari pekerjaan di kota dengan harapan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak, dengan asumsi bahwa kehidupan dan mencari kehidupan di kota jauh lebih menjanjikan ketimbang hidup di desa, banyak para pencari kerja menjadikan kota sebagai primadona untuk mencari lapangan pekerjaan
Ternyata Kabupaten Kampar, Kabupaten dengan julukan “Serambi Mekkahnya” ini juga menjadi primadona para pencari kerja, namun ini bukan sembarang pekerja melainkan Pekerja Seks Komersil (PSK).

Berdasarkan data dari Bupati Kampar H Jefry Noer, setelah lebaran sekitar 20 PSK sudah berada di daerah Kelok Indah, Kecamatan XIII Koto Kampar dan kabarnya sekitar tiga puluhan akan segera datang ke tempat perbatasan Sumbar-Riau tersebut, mereka datang dari berbagai daerah, mulai dari Pulau Sumatera hingga Jawa.

Untuk menertibkan Pekat ini, Pemda Kampar melalui Tim Yustisi yang di pimpin Satpol PP Kampar sempat melakukan razia Rabu (20/7), namun sayana, dari informasi Kabid Trantib Satpoll PP Kampar, Ahmad Zaki, razia tersebut bocor sehingga tak ada satupun PSK di areal Warung remang-remang tersebut yang berhasil diciduk Tim Yustisi.

Permaslahan PSK menjadi ironis karena bisnis esek-esek ini disinyalir oknum pemuda di derah setempat hal ini terungkap dari keterangan Kasi Trantib Ahmad Zaki yang mengaku sempat mendapat perlawanan berupa lemparan batu, dan seringnya terjadi razia yang tidak membuahkan hasil karena bocor duluan.

Permasalaha ini semakin ironis karena baik Satpol PP Kampar maupun Dinas Sosial Kampar mengaku tidak mempunyai dana untuk melakukan pembinaan terhadap
“Kupu-Kupu malam” ini.

Lalu siapa yang akan bertanggung jawab terkait persoalan penyakit masyarakat ini, akankah prostitusi ini menjadi noda kota serambi mekkah?, semoga saja pemerintah daerah dan tokoh agama, tokoh masyarakat dan stakeholders lainnya mempu mencari solusi agar Kampar benar-benar menjadi Serambi Mekkah bukan hanya selogan belaka.

Penulis : Ari Amrizal,S.I.kom

Kirim komentar Anda disini

Komentar