Senin , Oktober 25 2021

Titik panas Sumatera bertambah jadi 225

Detak kampar.com Satelit NOAA 18 milik Amerika Serikat yang dioperasikan Singapura pada
Kamis (11/9) sore merekam adanya pertambahan jumlah titik panas
(hotspot) di daratan Pulau Sumatera dari 176 menjadi 225 titik.

Menurut Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Riau yang diterima Antara di Pekanbaru, titik panas
tersebut tersebar di sejumlah wilayah provinsi mulai dari Sumatera
Utara, Jambi, Sumatera Selatan dan lainnya.

Khusus di Provinsi Riau, menurut data tersebut, terdapat enam
“hotspot” yang tersebar di tiga wilayah kabupaten/kota meliputi
Pelalawan sebanyak dua titik dan Indragiri Hulu serta Indragiri Hilir
masing-masing satu titik.

Jika dibandingkan dengan hasil rekaman satelit di hari sebelumnya, titik panas di Riau justru berkurang.

“Sebelumnya ada 20 titik panas di Riau,” kata Kepala BPBD Riau, Said Saqlul Amri lewat pesan elektronik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan meski
masih bermunculan titik panas, Provinsi Riau masih aman dari ancaman
bencana kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan.

“Masih aman, Riau memang ada titik panas namun jumlahnya minim,” kata Kepala Bidang Data BNPB Agus Wibowo.

Titik panas merupakan hasil pantauan satelit yang selama ini
menjadi rujukan pemerintah dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Kasus kebakaran hutan dana lahan itu kerap terjadi di Provinsi Riau dan bahkan nyaris setiap tahunnya sejak 1997.

Peristiwa tersebut bahkan selalu menyebabkan tercemarnya udara
dengan kabut asap hingga mendatangkan berbagai penyakit bagi masyarakat
di berbagai daerah kabupaten/kota di Riau.

Kirim komentar Anda disini

Komentar