Jumat , Oktober 22 2021

Tokoh Masyarakat, Penutupan Sekolah Bertentangan Dengan 5 Pilar Pembangunan Bupati Kampar

Detak kampar.com, SALO – Penutupan sekolah SD 016
Rantau Panjang Salo, disesalkan oleh tokoh masyarakat. Menurut mereka, hal ini
harusnya tidaklah terjadi, “ Kalau ini terjadi maka ini akan dapat merusak
citra dunia pendidikan di Kabupaten Kampar, dan ini bertentangan dengan pilar
ke 3 Bupati Kampar yakni Meningkatkan Sumber Daya Manusia “ ujar  Lilik Sugiarto salah seorang Tokoh masyarakat
Rantau Panjang Salo saat ditemui detak kampar dikediamannya senin pagi 20/10.
Pemerintah dalam hal ini Dinas P dan K
Kabupaten Kampar dapat mencarikan solusi yang terbaik sehingga proses belajar
di sekolah ini dapat terus berlanjut dan saya bersama tokoh masyarakat lain akan
berusaha mencarikan solusi yang terbaik agar anak-anak kita masih terus dapat
bersekolah disini,”tambahnya.
Kedepan Ia berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi ,kalau pun ada masalah mari kita selesaikan secara kekeluargaan dan jangan sampai kecemburuan sosial membuat anak-anak kita menjadi korban,”tutupnya.
Sebelumnya, sekolah SD 016 Rantau Panjang Salo
terancam diambil lahannya, akibat menunggak angsuran pembayaran lahan selama
lebih 10 bulan kepada BMT Al- Hijrah Salo. Pihak BMT pun telah mengeluarkan
surat peringatan terakhir dan memberikan tenggat waktu hingga tanggal 25
oktober ini untuk dilunasi(dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar