Sabtu , Oktober 16 2021

Tolak Amplop Pemberian Gubri

Detak kampar.com, PEKANBARU- Ahad (14/9/14) malam digelar pertemuan antara Gubri Annas Maamun dan 24 aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sembilan perguruan tinggi. Pertemuan di kediaman dinas Gubri tersebut merupakan hasil undangan tuan rumah pada para aktivis kampus.

“Kami diundang Bang Edy Akhmad untuk bertemu Pak Gubri. Karena kami memang ingin membuka dialog, makanya kami datang,” papar Ketua BEM Universitas Riau Zulfa Heri saat berbincang dengan wartawan, Selasa (16/9/14). 

Dipaparkan Zulfa, pertemuan tersebut berlangsung lebih dari dua jam. Mulai pukul 22.00 WIB dan berakhir setengah satu dini hari. 

Dalam kesempatan tersebut tak ada dialog. Hanya Gubri Annas Maamun yang berbicara mengenai banyak hal. Mulai dari permintaannya untuk didukung dalam memajukan Riau, sampai klarifikasi serta bantahan terkait tuduhan pencabulan terhadap sejumlah perempuan. 
“Tidak ada dialog. Kami hanya mendengarkan penjelasan dari gubernur,” tuturnya. 

Setelah pertemuan dan menjelang perpisahan, lanjut Zulfa, Gubri Annas mengeluarkan sejumlah amplop yang hendak diserahkan kepada dirinya, namun pemberian tersebut ditolak. 
“Saya teringat dengan pesan Kosmas Batubara dan Nurcholis Madjid agar dalam berjuang tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun, karena itu kami menolak pemberian Pak Gubernur tersebut,” tutur Zulfa. 

Kepada gubernur, Zulfa mengatakan bahwa pihaknya tak bisa menerima pemberian amplop dan kelak jika memang membentuhkan dukungan anggaran dari Pemprov untuk kegiatan resmi BEM, akan mengajukan permohonan bantuan melalui proposal resmi.***(dir/riauterkini) 

Kirim komentar Anda disini

Komentar