Senin , November 29 2021

Tradisi Balimau Kasai Sekarang Ini Telah melenceng dari Norma Adat Dan Ajaran Islam

Detak kampar.com KAMPAR
– Tradisi Balimau Kasai merupakan Tradisi turun temurun dari warga yang tinggall
tepian sungai kampar. di karnakan dahulu tiap rumah belum ada sumur, jadi kala
itu, warga  melakukan tradisi mandi di
penghujung bulan sya’ban tepatnya sehari sebelum puasa dengan berombongan ke
tepian sungai Kampar dengan membawa ramuan 

Balimau yang sudah diracik ibu-ibu
pengajian pada malam sebelumnya.

Dan
tiap rombongan tersebut tidak bercampur antara laki-laki dan perempuan, mereka
mandi dengan tempat terpisah.
Namun
tradisi Balimau Kasai yang dilakukan Masyarakat Kampar saat ini sangat jauh
berbeda dan sudah melenceng dari norma adat apalagi norma agama.
Saat ini hanpir di setiap daerah yang mengadakan acara Balimau,
kita jumpai muda-mudi yang bukan mahrim, melakukan tindakan tidak senonoh tanpa
memprdulikan disekitarnya. Sebut saja di lokasi batu langkai, desa limau manis
kabun, kami banyak menjumpai muda-mudi asiknya berduaan, disemak-semak
penghujung pulau. dan dilokasi tersebut amat sangat ironis, percampuran mandi
antara laki-laki dan perempuan yampa ada sedikit pun rasa malu.
 Lalu pertanyaanya,,?? Inikah Negeri yang
dikenal dengan julukan, “Negeri serambi Mekkah”???
Di
manakah peran Alim Ulama ,Tokoh Masyarakat serta pemuka adat di negeri ini ??

Budaya yang sudah melenceng seperti ini harus
kita luruskan lagi jangan sampai tradisi yang pada mulanya bertujuan baik
akhirnya tercemar oleh ulah generasi yang tak mengerti akan makna Balimau Kasai
itu sendiri. (zizi)

Kirim komentar Anda disini

Komentar