Minggu , November 28 2021

Tren Elektabilitas Prabowo Naik, Jokowi Turun

Detak kampar.com JAKARTA — Elektabilitas pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf
Kalla (Jokowi-JK) turun dari 54,9 persen pada Maret 2014 menjadi 48,5
persen pada Mei 2014. Mengacu survei nasional yang dilakukan PT
Poltracking pada 26 Mei – 3 Juni 2014.

Sebaliknya elektabilitas
pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa justru meningkat 13,2 persen.
Pada Maret 2014, elektabilitas Prabowo berada di posisi 27,9 persen dan
meningkat menjadi 41,1 persen pada Mei 2014. 
“Hingga awal Juni
2014, elektabilitas pasangan Jokowi-JK lebih unggul 7,4 persen dari
pasangan Prabowo-Hatta. Bisa dianalisis trennya elektabilitas Jowoki
menurun sedangkan elektabilitas Prabowo meningkat,” kata Direktur
Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR di Jakarta, Ahad (15/6).
Menurutnya,
perubahan elektabilitas tersebut disebabkan pada Maret terdapat 17,2
persen responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Sedangkan
pada Mei hanya 10,4 persen responden yang tidak tahu atau tidak
menjawab.
“Survei ini dilakukan setelah penetapan secara resmi
pasangan capres-cawapres oleh KPU tapi sebelum kampanye resmu dan debat
capres-cawapres. Sehingga elektabilitas ini masih sangat dinamis dan
sangat mungkin berubah,” ujar Hanta.
Selain itu, perubahan
elektabilitas lantaran mengerucutnya pasangan capres hanya dua. Mau
tidak mau orang harus memilih diantara dua pasangan itu. Menurut Hanta,
faktor yang mempengaruhi naiknya elektabilitas yakni kekuatan magnet
elektoral figur dan strategi kampanye.

“Tentu orang akan terdistribusi kekuatan diantaranya. Faktornya
efektivitas mesin politik, mesin partai dari kubu Prabowo lebih relevan.
Sedangkan mesin nonpartai Jokowi lebih relevan,” kata Hanta. (Rol/dlv)

Kirim komentar Anda disini

Komentar