Sabtu , Desember 4 2021

Tunjuk Elza Syarif Sebagai Kuasa Hukum, Gubri Dilaporkan Melanggar Pasal 289 KUHP

Detak kampar.com JAKARTA – Wide Wirawaty yang mengaku sebagai
korban pelecehan seksual Gubernur Riau Annas Maamun, resmi menunjuk Elza Syarif sebagai kuasa hukumnya. Usai diperiksan sebagai
saksi pelapor di Mabes Polri selama kurang lebih empat jam, Wide langsung mengadakan
konferensi pers bersama penasehat hukumnya, Elza Syarif dan Kapitra Ampera di
Kantornya Jalan Latuharhari, Menteng, Jumat (5/9/14) sore.
 

Dalam konpres tersebut saksi
pelapor Wide menceritakan semua kronologis sampai terjadinya peristiwa yang
melecehkan dirinya sebagai seorang wanita dari Gubernur Riau Annas Maamun. Di
mana dia pernah diajak Gubri jalan-jalan ke Rohil dan Batam. Dan saat tanya
dalam rangka apa dan kafasitas apa dirinya diajak ke Rohil dan ke Batam, Gubri
tidak memberikan jawaban.
“Karena ajakan itu saya
tolak, maka seminar yang tadinya sudah di-acc, akhirnya dibatalkan Gubri,”
katanya.
Kuasa hukum Wide, Elza Syarif meminta
jika ada perempuan- perempuan lain yang menjadi korban pelecehan tersebut agar juga
berani bersuara, agar kasus tersebut tidak pernah terulang lagi di masa yang
akan datang.
“Tentu kami meminta kepada
perempuan-perempuan lain yang menjadi korban, agar melaporkan hal ini karena
kami siap membantu,” ujarnya.
Sementara itu Kapitra Ampera,
yang merupakan pather dari Elza Syarif mengakatakan, bahwa pasal yang
dituduhkan adalah Pasal 289 KUHP. “Sebenarnya bukan berapa besar dan lama
hukumnya, tapi bagaimana kasus seperti ini tidak terulang lagi,” ungkapnya. (dr)

Kirim komentar Anda disini

Komentar