Rabu , Oktober 20 2021

Usai Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan Prabowo Subianto sudah bertemu dengan Presiden PKS Anis Matta

Detak kampar.com-Jakarta –
Sinyal koalisi PKS yang selama ini masih lemah kini mulai sedikit
menguat. Usai Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan Prabowo
Subianto sudah bertemu dengan Presiden PKS Anis Matta, kini PKS
mengafirmasi adanya pertemuan itu.

Wakil Sekretaris Jenderal PKS
Fahri Hamzah menyatakan Anis dan Prabowo sudah bertemu di suatu tempat,
meski dia enggan mengungkapkan di mana tempat pertemuan itu. Saat
pertemuan berlangsung, PKS mengutarakan visinya tentang koalisi ke
Prabowo. Koalisi yang ingin dibangun PKS adalah koalisi yang harus sudah
mengantisipasi potensi ketidakharmonisan antar parpol sedari awal.

“Waktu
disampaikan ke Pak Prabowo, dia sadar, dan Prabowo yang paling sadar
akan kerumitan sistem presidensialisme ini. Itu yang kita ungkap. Bahwa
di depan koalisi kan banyak ranjaunya, ranajau itu mesti kita ungkap
sedari sekarang,” kata Fahri kepada detak kampar com, Sabtu (19/4/2014).

Fahri
menuturkan, sistem presidensialisme di Indonesia memang rumit.
Pandangan Fahri terhadap sistem presidensialisme sekaligus mengkritik
pandangan Joko Widodo dan PDIP terhadap sistem presidensialisme.

“Jokowi
salah ngomong mau memurnikan presidensialisme. Bagaimana caranya,
partai sekarang itu ada sepuluh (14 partai jika ditambah partai lokal
Aceh). Kalau mau memurnikan presidensialisme apa menjadi tinggal dua?
Kan tidak bisa. Kita nggak mau salah-salah. kita nggak mau jadi bagian
koalisi yang gagal,” tutur Fahri.

Jokowi pada 10 April lalu
pernah menuturkan dirinya mendukung penuh sistem presidensial tanpa
bagi-bagi kursi kekuasaan. Menurut Jokowi, bagi-bagi kursi kekuasaan,
termasuk kursi menteri, hanya ada di koalisi parlementer. Fahri
melanjutkan pandangannya soal koalisi presidensialisme, menurutnya
Indonesia tak perlu beralih ke sistem parlementer, namun harus
merencanakan koalisi secara lebih baik.***(Joey)

Kirim komentar Anda disini

Komentar