Minggu , Desember 5 2021

Warga Kampar Timur Meninggal Dunia.Diduga Fositif DBD

Warga Kampar Timur Meninggal Dunia.Diduga Fositif DBD

BANGKINANG (DK)- Kepala Dinas Kesehatan Kampar Herlyn Rahmola, Senin
(24/2) menyatakan, dengan adanya kematian warga akibat demam berdarah
dengue, maka Kecamatan Kampar Timur dinyatakan Kejadian Luar Biasa untuk
penyakit DBD.

“Kita akan melakukan pemantauan terus menerus untuk kecamatan ini,”
ujarnya menanggapi merebaknya kasus DBD di Kecamatan Kampar, yang
menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Karenanya Herlyn meminta agar
Kepala Puskesmas setempat tidak hanya sekadar memantau, namun harus
proaktif mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, dan segera melakukan
pencegahan agar tidak timbul korban yang lain.
Korban
Salah
seorang warga Kampar Timur Sumiyati (40) meninggal dunia diduga  akibat
penyakit demam berdarah degue (DBD). Sementara suaminya Yulizar (43)
dan anaknya  Firman (15) saat ini masih terbaring di Rumah Sakit Ibnu
Sina, Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan intensif disebabkan positif
demam berdarah.
Menurut  salah seorang anggota keluarga, TD, Senin
(24/2),  awal pekan lalu Sumi menderita panas, disusul kemudian oleh
anaknya Firman.  Namun tiga hari kemudian Sumi mulai pulih dengan
menurunnya suhu tubuhnya. Kemudian Rabu malam panasnya kembali tinggi
dan Kamis  (20/2) dini hari, Sumi pun meninggal dunia.
Melihat
kondisi ini maka pihak keluarga hari itu juga segera memeriksan kondisi
kesehatan suami Sumi, Yulizar dan anaknya Firman ke dokter. Keduannya
diharuskan dirawat di RS Ibnu Sina Pekanbaru dan dinyatakan positif DBD
hingga saat ini. Yulizar sendiri merupakan kepala dusun 3 di Desa
Kampar, Kecamatan Kampar Timur.
Tidak itu saja, salah seorang anak
tetangga Yulizar, Marsha (11 ) juga dirawat di salah satu rumah sakit di
Pekanbaru karena positif DBD. Rumahnya hanya berjarak dua rumah dari
rumah Yulizar. Sampai saat ini anak tersebut juga masih dirawat di rumah
sakit. Kondisi ini membuat warga resah.
Menanggapi hal ini, kepala
Puskesmas Kampar Timur Dr Evi Yanti Zul membenarkan. Walaupun pihaknya
belum sempat melakukan pemeriksaan labor kepada almarhum Sumi, namun
dari gejala dan kondisi yang dialami suami dan anaknya yang serumah
dengan korban, Sumi bisa dikatakan positif DBD. Secara rinci, Evi
menjelaskan,  selama tahun 2014 untuk kecamatan Kampar Timur sudah
cukup banyak kasus DBD. (Eri

)

Kirim komentar Anda disini

Komentar