Senin , November 29 2021

Warga Pulau Tinggi Kampar Tuding galian C Penyebab Keruhnya Air Anak Sungai Tibun

Detak kampar.com KAMPAR
– Warga Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar resah dengan kodisi air sungai Tibun
yang sudah seperti limbah, kodisi ini sudah berlangsung cukup lama di rasakan
oleh warga Desa Pulau Tinggi,s ejak akitivitas galian C yang ada di desa Koto Tibun
yang berbatasan dengan desa Pulau Tinggi,

Salah
seorang warga Pulau Tinggi M-S (45) Sabtu 4/7 mengungkapkan”,kalau apa yang
terjadi sudah keterlaluan dan menyiksa masyarakat Pulau Tinggi sebab untuk
mandi aja susah jangan kan untuk cuci baju.
“Penguasa
dalam hal ini seakan tidak sedikitpun menperdulihkan masyarakat Pulau Tinggi
kerena dampak dari pembuangannya air limbah Galian C ke anak sungai, “ujarnya.
Di
tambahkannya kita heran mulai dari aparat Desa, Dusun serta Kepala Desa, dengan
kodisi ini sudah jelas sudah merusak lingkungan tapi kemana para aparat
pemerintahan Desa ?
Apakan
sudah dapat di beli oleh pengusaha Galian C?
Jelas-jelas
air pembuangannya di alirkan ke anak sungai Tibun menyebabkan air keruh, tapi
semua bisu,dan hal ini sudah berlangsung lama.
Sementara
itu Jamil warga Dusun empat Desa Pulau Tinggi juga mengungkapkan hal yang sama
terkait masalah keruhnya air. Ia mengaku kalau untuk mandi di anak sungai ini kita
harus di seberang sana dengan naik sampan kalau di tepi sini airnya keruh seperti
kubangan kerbau , gimana mau mandi.tentu dengan kodisi ini pengusaha seharusnya
mmeikirkan permsalahn ini dan jangan menbuang air limbah bekas Galian C nya ke
anak sungai Tibun.sebab aliran air ini semua masyarakat menpergunakkannya,”
ujarnya.
Disisi
lain Ketua BPD Desa Pulau Tinggi Owih minggu 5/7 saat di minta penjelasan
Terkait tudingan warga terhadap BPD dan kepala Desa terhadap keluhan masyarakat
terhadap keruhnya air anak sungai yang biasa di gunakkan untuk aktivitas mandi
oleh warga desa Pulau Yinggi. ,,Owih menjelaskan kalau permasalahan itu sudah
di bicarakan bersama kepala Desa Pulau Tinggi,
“Permasalahan
ini sudah di bicarakan bersama Kades Pulau Tinggi, memang kejadian berawal jum’at
kemeren waktu rapat di mesjid bersama warga Dusun II, terjadi ketegangan dalam
rapat agar aparat desa jangan diam dengan permasalah ini,dan warga meminta
kepada kami agar permasalah ini di selesaikan sampai hari jum’at ini, dan itu
sudah saya sarankan kepada Kades agar permasalahan terkait keruhnya air anak
sungai Tibun ada bagusnya langsung kita hadirkan penguasaha dalam rapat namtinya
bersama kepala desa BPD, Dusun, RW,RT,dan tokoh masyarakat untuk mencarikan
solusinya agar permasalahan ini tidak terjadi salah paham namti kedepannya
(dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar