Rabu , Oktober 20 2021

Zulher,’Yang Mengeluarkan Izin Itu Kabupaten/Kota

Detak kampar.com, PEKANBARU –Kepala
Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulher membantah telah menerbitkan izin atau
merekomendasikan alih fungsi lahan perkebunan, termasuk lahan di Kuantan
Singingi yang memicu penetapan tersangka gubernur non aktif Annas Maamun.

         
 
“Yang
mengeluarkan izin itu pihak kabupaten/kota, kami tidak memiliki wewenang
itu,” kata Zulher kepada Antara di Pekanbaru lewat sambungan telepon,
Sabtu (18/10/2014).
         
 
Lalu mengapa
sebelumnya diinformasikan Dinas Perkebunan Riau berencana akan menertibkan
penertiban izin bagi perkebunan salahi aturan?, Zulher menyatakan itu
kewenangannya berada di Disbun tingkat kabupaten/kota. Lantas apa upaya yang
dilakukan untuk melihat dan mengidentifikasi pengembangan perkebunan yang
melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku?, Kadisbun Riau belum bersedia
memberikan keterangan terkait pertanyaan itu.
         
 
“Soal itu
nanti dulu, kalau mengenai izin, yang menerbitkan itu pihak
kabupaten/kota,” kata Zulher yang ketika dihubungi mengaku sedang berada
di suatu acara bersama Pelaksana Tugas Gubernur Riau ArsyadjuliandiRachman.
         
 
Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menyatakan sedang mendalami dua kasus
yang melibatkan tersangka Gubernur Riau non aktif Annas Maamun, baik dalam suap alih fungsi lahan maupun suap
lelang proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Riau. Kepala Bagian Pemberitaan
dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha menyatakan, terkait dua kasus tersebut
penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk para pejabatdaerah.
          
 
Apakah Kadisbun
Riau akan menjadi salah satu terperiksa dalam perkara gubernur non aktif?,
Priharsa menyatakan hal itu tidak menutup kemungkinan jika dibutuhkan penyidik.
         
 
Gubernur Riau non
aktif Annas Maamun ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap alih
fungsi lahan dan suap lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum Riau setelah 24
jam menjalani pemeriksaan penyidik di Gedung KPK, Jakarta. Annas Maamun ditangkap bersama Gulat Manurung dan tujuh orang
lainnya, termasuk isteri dan anak di sebuah rumah yang berada  di kawasan
Cibubur, Jakarta Timur. Gulat Manurung disebut sebagai pengusaha perkebunan
yang mempunyai kebun kelapa sawit seluas 140 hektare di Kabupaten Kuantan
Singingi, Riau. (dir/tribun)

Kirim komentar Anda disini

Komentar