Sabtu , Desember 4 2021

5 Siswa SMK 3 P Kampar Timur Magang di P4S

Detak kampar.com Siak
Hulu- Mulyadi pelajar kelas 3 dari SMK 3 P Kecamatan Kampar timur yang
sedang magang di pusat pelatihan pertanian pedesaan swadaya (P4S) Karya nyata,
mengatakan program pertanian Bupati Kampar merupakan jaminan hari tua. “jika
ini kita jalankan dengan optimis maka kami yakin akan dapat dijadikan sebagai
jaminan hari tua, karena kami disini diberi bekal ilmu

yang cukup untuk bekal masa depan”ujarnya

Hal ini Karena Program pertanian Bupati sangat menjanjikan dan bisa
dilaksanakan di rumah serta dapat memberi jaminan berpenghasilan asalkan sudah
memiliki ilmunya, seperti di P4S ini, setelah kami di beri pendidikan dan
latihan (Diklat) selama satu bulan, dilanjutkan sekarang sedang praktek
lapangan.Lanjutnya

Selain teori di diklat P4S juga di ikuti contoh di lahan Rumah Tangga mandiri
Pangan dan Energi (RTMPE), dengan lahan 1000 mater, ada contoh bagaimana cara
ternak seperti sapi, ayam, perikanan dan pertaniannya.

Hal itu dikatakan Mulyadi bersama dua teman sekelasnya M.Hanafi dan M. Rofi
yang mengambil jurusan pertanian ini, yang sedang asyik menggemburkan tanah di
lahan praktek tanaman bawang dengan luas, panjang 27 meter dan lebar 13 meter.

Sambil melanjutkan kerjanya, Mulyadi bercerita ke P4S ini kami diantar langsung
oleh ketua yayasan SMK 3 P Kampar timur  Mitiar Hamid Kampai, bersama
Kepala sekolah Hasdianti,

sebenarnya kami berlima tetapi dua orang sedang pulang karena sedang sakit,
kami di sini di P4S Magang selama 3 bulan, disini sudah 1 bulan 4 hari,
sekarang tinggal praktek, kan tepat waktunya untuk menanam tanaman bawang hanya
memerlukan waktu dari mulai tanam hingga panen selama dua bulan,ujar siswa yang
asyik mempraktekkan pengolahan lahan tanaman bawang dan juga sebagai ketua
kelompok magang ini.

Ketika ditanya Motifasinya, Mulyadi menjelaskan, semoga pulang nanti bisa
mandiri dan membantu ekonomi keluarga,harapnya.

Ibarat kata Bupati jadi lah petani profesional artinya nanti kalau sudah punya
modal kan bisa mengajarkan dan menyuruh orang yang kerja tetapi awalnya memang
perlu kerja keras, ujar Mulyadi optimis.

Setelah pulang rencananya akan memulai usaha ini di rumah, dengan modal awal
sendiri, dan mudah-mudahan ada bantuan sekolah apalagi dari Bupati harapnya.

Walaupun dirumah tidak ada lahan, kami berencana bertanam bawang pake pipa saja
dengan pola susun ke atas, Karena tidak makan tempat dan pengolahannya juga
sama dengan pola biasa  kalau menanam di lahan langsung, kemudian baru
tanah yang sudah di olah dimasukkan ke pipa,ujarnya menjelaskan.

Kalau ada modal, saya berencana untuk sewa tanah karena saya optimis, yakin dan
tidak takut gagal dengan bertanam bawang akan berhasil dengan bekal ilmu di P4S
ini,kata mulyadi yakin.

Memang menanam bawang, kelihatannya mudah karena bawang dilempar saja tumbuh
tetapi hasilnya tentu kurang atau tidak bagus, tetapi Cara merawat bawang itu
yang penting dan dengan bekal ilmu di P4S,insyaallah membuat nya berhasil
dengan panen bagus.

Ditambahkannya, dulu pernah sama ayah dan ibu menanam sayuran di kampungnya di
desa penyasawaan Kecamatan Kampar, ujar 3 bersaudara ini yang merupakan anak
tertua dari pasangan jumaris dan suparni asal keluarga petani ini.

Apalagi nanti kalau sudah berhasil dengan tanaman bawang saja,insyaaallah
hasilnya bisa di jual untuk memenuhi kebutuhan di kampung saja dulu, kan sudah
bisa membantu ayah dan ibu,katanya.(dir/hms)

Kirim komentar Anda disini

Komentar