Minggu , Desember 5 2021

Di Duga Terkena Gizi Buruk Sepasang Kakak Beradik Di Rawat Di RSUD Bangkinang

PhotoGrid_1472992903762
Putra dan Putri

Detakkampar.co.id  BANGKINANG KOTA – Memang sangat Ironis sekali di saat pemerintah daerah mengelu – elukan Program pemberantasan kemiskinan serta peningkatan pelayanan kesehatan saat ini kita temui dua kakak beradik yang diduga terkena penyakit gizi buruk.

Pada jum’at (2/9) pukul 19.40 WIB Putra(4th) dan Putri(2th) anak dari Musleh (27th) yang di duga tekena gizi buruk di bawa ke RSUD Bangkinang yang didampingi oleh beberapa mahasiswa, GPPI Kampar.Namun sayang korban tidak bisa di rawat di rumah sakit tersebut karena pihak RSUD beralasan ruangan semuanya penuh sehingga 2 anak ini terpaksa dibawa pulang barulah Sabtu malam 2 anak malang ini bisa dirawat di sana setelah diantar kembali oleh mahasiswa itupun dirawat di ruangan klas tiga.

PhotoGrid_1472992926150
GPPI dan BEM se Kampar galang dana untuk Putra dan Putri

“Kita mengecam keras atas pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD Bangkinang, karena dalam kasus Gizi Buruk ini sudah menjadi Kejadian Luar Biasa dan bukan lagi sebagai persoalan biasa.. Maka dari itu seharusnya pihak RSUD harus memprioritaskan persoalan Gizi buruk ini,”ujar Riyan.

Riyan menambahkan,”Kami dari GPPI KAMPAR serta BEM Se-Kampar (STIE Bangkinang, STIKES TT, STKIP TT, POLKAM) akan menyurati DIRUT RSUD Bangkinang yang menjadi penanggung jawab RSUD Bangkinang dan Dinas Kesehatan Kampar yang menjadi penanggung jawab atas kesehatan masyarakat kampar.

Untuk itu kami dari GPPI dan BEM se-Kampar melakukan penggalangan dana pada hari Minggu tadi dan insyaallah malam ini juga akan kami serahkan ke keluarga korban,mudah -mudahan bisa meringankan penderitaan mereka,”tutur Riyan.

Musleh yang berprofesi sebagai pemulung 4 bulan yang lalu menyewa rumah di Desa Salo Timur tepatnya dibelakang rumah makan Pondok Danau karena tidak sanggup membayar sewa rumah akhirnya dalam seminggu ini Musleh istri dan kedua buah hatinya menjadi gelandangan di Kota Bangkinang hingga akhirnya ditemukan GPPI dan mahasiswa.(dir)

Kirim komentar Anda disini

Komentar